Breaking News:

Berita Gresik Hari Ini

Paguyuban Pasar Baru Gresik Tolak Rencana PPN Sembako

Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok mendapat protes keras dari Paguyuban Pasar Baru Gresik.

Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Ilustrasi - Pedagang bahan sembako di Pasar Besar Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (22/4/2018). 

Berita Gresik Hari Ini
Reporter: Willy Abraham
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | GRESIK - Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok mendapat protes keras dari Paguyuban Pasar Baru Gresik.

Karena omzet pedagang di pasar masih sepi, masih terdampak pandemik Covid-19 hingga saat ini.

Diketahui rencana itu tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Daftar harga sembako yang yang dikenakan PPN adalah Beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Padahal dalam aturan sebelumnya, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak atau sembako termasuk objek yang tak dikenakan PPN sembako

Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Muhamad Chumaidi, mengaku sebagai individu maupun organisasi sangat tidak setuju dengan rencana tersebut.

Pasalnya, kondisi saat ini sangat membebankan para pedagang.

“Kalau PPN sembako kami jelas tidak setuju karena membebankan, omzet kami masih sepi, kalau kena PPN sembako otomatis pedagang pembeli merasakan dampak,” kata dia, Kamis (10/6/2021).

Pria yang kerap disapa Edy ini menegaskan sekali lagi rencana pemerintah pusat yang berniat menarik PPN sembako.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved