Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

Pemkab Trenggalek Akan Bangun RS di Kecamatan Watulimo Pakai Dana Utang

Pemkab Trenggalek akan membangun rumah sakit di Kecamatan Watulimo. Rencana pembangunan rumah sakit itu sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek akan membangun rumah sakit di Kecamatan Watulimo.

Rencana pembangunan rumah sakit itu sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah pesisir yang dianggap belum cukup mumpuni.

Saat ini fasilitas kesehatan milik pemkab di Watulimo dan sekitarnya hanya berupa Puskesmas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Joko Irianto mengatakan pihaknya akan membangun rumah sakit di Watulimo dengan dana yang berasal dari utang Program Pemulihan Ekonomi (PEN).

Sebenarnya rencana utang ini muncul sejak beberapa waktu lalu.

Awalnya Pemkab berencana meminjam dana senilai Rp 460 miliar untuk membangun rumah sakit dan mal.

Namun, melihat nilai bunga dan persyaratan yang cukup kompleks, Pemkab merevisi rencana nilai utang sebanyak dua kali, yakni menjadi Rp 250 miliar dan terakhir hanya Rp 150 miliar.

"Jadi dengan Rp 150 miliar itu, kami akan fokuskan untuk membangun RS saja. Tidak seperti rencana awal yang kami rencanakan enam lantai, tapi melihat kondisinya,” ungkapnya.

Saat ini Pemkab masih menimbang beberapa hal sebelum memutuskan untuk berutang. Salah satu yang dianggap krusial adalah jangka waktu pengerjaan rumah sakit yang kian mepet.

Jika utang dilaksanakan saat ini, pembangunan rumah sakit harus rampung sebelum ganti tahun.

"Waktu pembangunannya sangat pendek. Kalau sekarang disetujui, tanggal 31 Desember harus sudah selesai," ujarnya.

Saat ini Pemkab memiliki dua opsi tempat untuk berutang. Yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Bank Jatim.

"Jangka waktu pembayaran untang ada beberapa opsi, mulai dari 3 tahun, 5 tahun, dan 8 tahun. Sementara untuk proses pembayaran, akan langsung dipotong dari DAU (Dana Alokasi Khusus)," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved