Breaking News:

Berita Bangkalan Hari Ini

Pemprov Jatim Siapkan Universitas Trunojoyo Madura Sebagai RS Darurat Covid-19 di Bangkalan

Pemprov Jatim menyiapkan satu gedung Universitas Trunojoyo Madura sebagai tempat layanan perawatan pasien covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Zainuddin
The New York Times / JNG DIPAKE
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim menyiapkan satu gedung Universitas Trunojoyo Madura sebagai tempat layanan perawatan pasien covid-19.

Penyiapan satu gedung Universitas Trunojoyo Madura sebagai rumah sakit perawatan darurat tersebut untuk mengantisipasi lonjakan pasien covid-19 dan menyediakan opsi perawatan kuratif yang lebih dekat bagi warga Bangkalan.

Terutama karena keberadaan lima rumah sakit penyangga dan satu rumah sakit darurat lapangan di Surabaya dianggap terlalu jauh.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan langkah untuk menyiapkan universitas Trunojoyo Madura adalah sebagai rumah sakit pelayanan pasien covid-19 menjadi keputusan bersama, termasuk dengan Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin.

"Kami rapat bersama Kodam, Polda, dan bupati Bangkalan kemarin. Saat ini yang menjadi prioritas adalah 3T yaitu itu testing, tracing dan treatment," kata Khofifah kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (10/6/2021).

Kodam dan Polda siap menerjunkan personel dari kalangan dokter dan perawat testing dan tracing di Bangkalan.

Dokter dan perawat dari Pemprov, Polda, dan Kodam yang akan dikirim ke Bangkalan itu untuk menambah kekuatan tenaga kesehatan di empat Puskesmas di Bangkalan, yaitu di Puskesmas Kecamatan Arosbaya, Puskesmas Kecamatan Geger, Puskesmas Kecamatan Klampis dan Puskesmas Kecamatan Bangkalan.

"Nah, yang menjadi prioritas termasuk treatment-nya. Kalau lima rumah sakit penyangga dan satu rumah sakit darat lapangan ini dianggap terlalu jauh, maka tetap disiapkan opsi untuk pelayanan di satu gedung di Universitas Trunojoyo Madura," kata Khofifah.

Khofifah menegaskan penyiapan Universitas Trunojoyo Madura sebagai rumah sakit darurat dan perawatan pasien covid-19 tersebut untuk menambah dan meningkatkan pelayanan kuratif pasien covid-19.

Menurutnya, penyiapan rumah sakit di Universitas Trunojoyo Madura akan dijamin keamanannya dari penularan pada civitas akademika di kampus tersebut.

"Akses jalan keluar masuknya akan dibuat secara khusus. Jadi jalan keluar-masuknya tidak jadi satu dengan jalan keluar-masuk mahasiswa dan dosen," tandas Khofifah.

Menurutnya, 250 bed disiapkan di Universitas Trunojoyo Madura sebagai rumah sakit darurat atau layanan kuratif yang lebih dekat dibandingkan enam rumah sakit penyangga yang disiapkan di Surabaya.

"Kalau ini dibutuhkan menjadi tempat pelayanan, maka ini disiapkan," terang Khofifah.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved