Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

PAD dari Parkir di Kota Batu Diprediksi Sulit Terealisasi

PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan raya tampaknya tidak akan terealisasi dengan baik.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
benni indo/suryamalang.com
Keramaian Alun-Alun Kota Batu ketika libur panjang beberapa waktu lalu. 

Namun pada Mei lalu, retribusi yang masuk dari sembilan titik itu hanya Rp 9 juta.

Hari bukan tidak mengetahui adanya jukir yang belum tertib. Ia mengatakan kalau petugasnya sering mengingatkan jukir agar memberikan karcis kepada pengguna jasa tanpa harus diminta.

Setiap kali ada inspeksi mendadak, para jukir tertib memberikan karcis.

"Kebiasaan jukir di Kota Batu tidak memberi karcis itu yang perlu diubah. Kami sering turun melakukan sosialisasi,” bebernya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat dikonfirmasi memaparkan, sebelumnya pendapatan dari parkir senilai Rp 122 juta lalu naik RP 139 juta pekan berikutnya.

“Minggu kemarin itu baru Rp 122 juta, sekarang ada peningkatan menjadi Rp 139 juta. Berarti seminggu ada tambahan Rp 17 juta. Ini tidak masuk akal,” terang Punjul.

Punjul mengatakan, dirinya bersama Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengupayakan agar ada penegasan agar realisasi dari parkir bisa lebih baik.

Ia juga meminta agar petugas Dishub benar-benar bekerja mengingat laporan masuk yang kurang maksimal.

“Minimal alun-alun, misal diberi portal sehingga tempat parkirnya terdata. Makannya kami upayakan Dishub menugaskan orangnya untuk ke lokasi dan memantau langsung."

"Ditunggu di sana mulai pagi misalnya. Jadi tahun perkiraan pendapatan,” paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved