Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sanitary Landfill TPA Supit Urang Kota Malang akan Beroperasi Bulan Depan

Kota Malang sedang melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah, salah satunya melalui proyek sanitary landfill.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
hayu yudha prabowo - suryamalang.com
TPA SUPIT URANG - Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau sejumlah titik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Senin (4/2/2019). Peninjauan TPA ini untuk melihat proses pembangunan Sanitary Landfill seluas 15 hektare. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kota Malang sedang melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah, salah satunya melalui proyek sanitary landfill.

Rencananya, proyek yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Sukun, Kota Malang tersebut akan beroperasi bulan Juli 2021 mendatang.

Untuk menunjang kesiapan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah melakukan pelatihan kepada sejumlah 60 petugas, yang nantinya bakal mengoperasikan Sanitary Landfill tersebut.

"Jadi, sebelum pengoperasian yang Insya Allah sekitar bulan Juli itu. Kami lakukan pelatihan lagi di bulan Juni ini, dimana ada 60 petugas, termasuk operator alat-alat berat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Minggu (13/6/2021).

Ia menjelaskan pelatihan tersebut terus dilakukan, karena proyek senilai ratusan miliar tersebut memiliki teknologi khusus.

"Pengoperasian sanitary landfill perlu pengetahuan khusus. Karena memakai beberapa teknologi yang baru," tambahnya.

Dirinya menerangkan, pelatihan tersebut nantinya akan memudahkan petugas mengenali sistem agar bekerja dengan baik.

Sebab, pengelolaan sampah dengan Sanitary Landfill memunculkan gas metan yang cukup membahayakan apabila tidak diketahui secara benar pengelolaannya.

"Jadi, persiapan-persiapannya juga harus matang. Mulai dari pengoperasian alat-alat berat, terus pemilahan sampah, ada juga yang untuk bagaimana pembuang di landfillnya itu dan banyak lainnya," terangnya.

Oleh karena itu, hal tersebut terus dimaksimalkan sambil menunggu fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

"Alat berat juga belum dikirim, nanti Insya Allah bulan Juli itu. Tapi kami sudah mencoba beberapa fasilitas, disana kan ada jembatan timbangnya. Untuk mengukur berapa sih beratnya, tonasenya sampah setiap hari itu," tandasnya.

Seperti diketahui, Sanitary Landfill ini menggunakan dana sebesar Rp 195 Miliar.

Ini merupakan proyek kerja sama dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM).

Dengan dioperasionalkan teknologi tersebut, maka penampungan sampah di TPA Supit Urang paling tidak mampu bertahan selama kurang lebih hingga tujuh tahun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved