Breaking News:

Fenomena Makam Pasien Covid-19 Salah Kubur, 700 Makam Dibongkar Karena Terbukti Negatif Virus Corona

Sekitar 700 makam yang sebelumnya dimakamkan secara Covid-19 akhirnya dibongkar setelah terbukti tidak terpapar atau negatif virus corona.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Ilustrasi prosesi pemakaman secara Covid-19 

Karena itu, pihak rumah sakit langsung memasukkan jenazah tersebut dalam kategori indikasi terpapar Covid-19.

Sesuai aturan, semua pasien di rumah sakit, terutama yang memiliki gejala Covid-19, memang harus menjalani swab PCR.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah si pasien terpapar Covid-19 atau tidak.

"Karena hasil swabnya baru empat hari kemudian, pasien yang ternyata meninggal karena diabetes, jantung, dan penyebab lainnya juga dimakamkan dengan protokol Covid-19," ungkap Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan memang idealnya semua jenazah di TPU Cikadut yang merupakan pemakaman khusus Covid-19, sudah dipastikan terpapar corona.

Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020). (Tribun Jabar/Ery Chandra)
Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020). (Tribun Jabar/Ery Chandra) 

Alasannya, untuk menghindari terjadinya pemindahan jenazah.

Ia mengatakan, pemindahan jenazah yang baru beberapa hari atau bulan dimakamkan, akan berisiko.

Selain itu, waktu dan tenaga pihak terkait tentunya akan tersita.

Dari sekitar 1.400 jenazah yang dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 di TPU Cikadut, hanya 767 jenazah yang dipastikan terpapar Corona.

Sedangkan 700 lainnya, jelas Bambang, dimakamkan saat statusnya masih dalam kategori suspek.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved