Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kisah Adik Mahfud MD Jadi Rektor Unitomo Surabaya (1/2), Dr Siti Marwiyah Mengaku sebagai Petani

Dr Siti Marwiyah SH MH merupakan rektor perempuan pertama kampus Unitomo yang berlokasi di Semolowaru Surabaya.

Editor: isy
saiful sholichfudin/suryamalang.com
Wawancara Eksklusif Wapemred Harian Surya Tri Mulyono bersama Rektor Universitas Dr Soetomo Surabaya (Unitomo) Dr Siti Marwiyah SH MH di ruang kerja Rektor Unitomo Surabaya, Senin (7/6/2021). 

Sekarang semua sudah terhubung jadi ketika kami membuka soal sudah ada nilai yang masuk secara otomatis.

SURYA: Apa yang disiapkan Unitomo agar mahasiswa yang lulus nantinya dapat terserap di lapangan pekerjaan?
Bu Iyat: Kami mengubah kurikulum untuk menyeimbangkan antara teori dan praktik. Tentu kami juga mengikuti sistem yang sudah ada dari Kemendikbud maupun Dikti.

Kita juga ada kerja sama dengan DUDI dan beberapa perusahaan maupun instansi pemerintah. Kami akan menitipkan mahasiswa kami untuk magang supaya diberi pelatihan sebagai pembekalan ketika dia lulus nanti sudah memiliki pengalaman.

SURYA: Bidang IT mengalami peningkatan di masa pandemi, sejauh mana kesiapan para alumni Unitomo?
Bu Iyat: Sepemantauan kami ketika mahasiswa sudah semester 5, kami (Unitomo) mencari mahasiswa untuk magang ditempat kami saja kesulitan, maka sesungguhnya mahasiswa Teknologi Informatika Unitomo ini sebelum mereka lulus sudah banyak terserap ditempat lain.

SURYA: Apa prioritas 100 hari kerja Rektor Unitomo?
Bu Iyat: Peningkatan jumlah mahasiswa, mambantu pendanaan mahasiswa yang cuti atau berhenti kuliah karena alasan ekonomi melalui program beasiswa dan bantuan dana yang diberikan oleh institusi atau perusahaan di luar Unitomo.

Di samping itu kami sedang merancang program Dompet Amal Pendidikan Unitomo Maju (DAPUMA)  di mana para dosen dan karyawan Unitomo dapat mendonasikan sebagian uangnya untuk membantu mahasiswa melanjutkan kuliah kembali.

Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak untuk membantu program fisik di Unitomo agar wajah Unitomo tampak berubah sedikit, 2 minggu lagi saya ke Jakarta karena sudah ada yang mau bantu.

SURYA: Banyaknya mahasiswa yang cuti di Unitomo, apakah memang karena dampak dari pandemi atau faktor lain?
Bu Iyat: Mahasiswa cuti ini memang faktor utamanya ialah adanya pandemi. Saat kami mencoba berkomunikasi dengan mahasiswa. Mereka yang di luar Jawa seperti NTT, Maluku, Papua mengaku kesulitan untuk kembali karena biaya uang kos dan lain sebagainya.

SURYA: Sebetulnya apa sih yang kurang dari yang dilakukan Unitomo?
Bu Iyat: Yang kurang menurut saya adalah pada pemanfaatan SDM, karena Unitomo sebetulnya memiliki SDM yang unggul.

Ada beberapa dosen hingga alumni kami yang memiliki potensi cukup bagus. Mereka lebih banyak berkembang di luar. Sehingga target kami memanggil mereka untuk mengajar di kampus sekaligus memberikan kelebihan mereka untuk kampus tanpa harus meninggalkan kegiatan di luar.

(BERSAMBUNG)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved