Berita Batu Hari Ini

DPUPR Kota Batu Sertifikasi Aset Tanah Bawah Jalan Raya, Ada 647 Bidang yang Belum Disertifikasi

Dari total 647 bidang aset, yang belum tersertifikasi meliputi tanah di bawah jalan 463 bidang dan tanah 184 bidang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi  Nur Hidayat. 

Penulis : Benni Indo  , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah menginventarisir aset tanah di bawah jalan raya.

Sertifikasi itu dilakukan seiring adanya imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pemkot Batu yang telah disampaikan langsung di Balaikota Among Tani beberapa waktu lalu.

KPK terus mendorong dilakukannya percepatan sertifikasi dan pengamanan aset milik pemerintah daerah (Pemda) se-Jawa Timur pada 2021 ini.

Tujuannya, untuk mencegah terjadinya potensi tindak pidana korupsi dalam bentuk penyalahgunaan aset.

"Seluruh sertifikasi aset tanah di bawah jalan raya punya arti penting sebagai upaya mengamankan aset negara, dalam hal ini aset Pemerintah Kota Batu," ujar  Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi  Nur Hidayat, Kamis (17/6/2021).  

Dari hasil penelusuran aset jalan, irigasi dan jembatan yang telah dilakukan, Kota Batu memiliki jalan sepanjang 422 Km dan terbagi menjadi tiga kategori. 

Kategori jalan provinsi 38 Km, jalan Kota 264 Km dan jalan lingkungan 174 Km.

Aset yang juga memiliki fungsi sosial dan dikuasai oleh negara sesuai UU Pokok Agraria dan UU tentang Jalan.

"Ke depannya perlu menginisiasi regulasi baik itu berupa Perwali maupun Peraturan Daerah  Tentang Sempadan Jalan dan Sempadan Sungai agar masyarakat semakin paham dan jelas ketika akan melakukan investasi dan atau membangun rumah tinggal," terang Alfi.

Regulasi yang telah dibuat perlu disosialisasikan dengan maksimal agar tidak terjadi pembangunan yang menyalahi aturan.

Tidak sedikit masyarakat membangun rumah memasuki garis sempadan bangunan (GSB) terhadap Jalan, Sungai dan Jaringan Irigasi.

"Bahkan beberapa orang menyebutkan bahwa bangunan terluar adalah bangunan pagar. Padahal, bangunan terluar adalah ruang fisik bangunan dengan komposisi yang lengkap mulai dari pondasi, sloof, pasangan bata, pintu, jendela, plafon, dan atap,” jelasnya.

Sertifikasi aset tanah di bawah jaringan jalan termasuk Ruang Milik Jalan (RUMIJA), aset tanah sempadan sungai atau irigasi dan aset tanah di bawah jembatan sangat penting sebagai pengamanan terhadap aset negara.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved