Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Target PAD Parkir Rp 8,5 Miliar Mustahil Terealisasi, Dishub Kota Batu Coba Realistis

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan raya sebanyak Rp 8,5 miliar di Kota Batu pada 2021 mustahil terealisasi

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petugas Dinas Perhubungan Kota Batu berinteraksi dengan juru parkir di kawasan Alun-alun Batu saat inspeksi titik parkir. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan raya sebanyak Rp 8,5 miliar di Kota Batu pada 2021 mustahil terealisasi.

Pasalnya, hingga memasuki bulan keenam ini, pendapatan yang diperoleh dari parkir tepi jalan raya baru menyentuh angka sekitar Rp 150 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Imam Suryono pun menyadari hal tersebut. Ia mengatakan tak mungkin mencapai target dengan siswa waktu hanya enam bulan. Ia mencoba realistis dengan menargetkan mendapatkan PAD minimal Rp 1 miliar.

“Ya setidaknya bisa di angka Rp 1 miliar,” katanya.

Sesuai potensi yang telah didata, perolehan PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan raya bisa mencapai Rp 7 miliar lebih. Perhitungan potensi itu dilakukan oleh konsultan independen terhadap titik-titik parkir yang ada di Kota Batu.

Namun persoalan muncul ketika perolehan retribusi parkir tepi jalan raya sangat sedikit. Titik-titik tertentu, laporannya tidak sesuai potensi yang telah dikaji. Contohnya di Alun-alun Batu.

Di Alun-alun Batu, terdapat sembilan titik parkir. Dalam sebulan, potensi pendapatan dari Alun-alun Batu mencapai Rp 38 juta. Namun yang terjadi berbeda.

Berdasarkan data yang dicatat Dishub, pada Januari masuk Rp 2,4 juta, Februari Rp 720 ribu, Maret Rp 2,6 juta, April Rp 1,3 juta (sebelum aplikasi pembayaran lewat Bank Jatim), April Rp 1,2 juta (setelah aplikasi), Mei Rp 4,9 juta dan Juni Rp 6,8 juta.

“Total rincinya ada Rp 19.920.000. Ini di luar prediksi kami,” katanya.

Rendahnya pendapatan ini ditengarai adanya ketidaktertiban pelayanan kepada pelanggan atau pengguna lahan parkir. Salah satunya pemberian karcis oleh juru parkir kepada para pelanggan. Pemberian karcis sangat penting karena perhitungan pemasukan diketahui dari jumlah karcis yang tersobek.

Dishub Batu mencatat ada 230 titik parkir di Kota Batu. Kemudian ada 51 titik parkir baru sehingga totalnya menjadi 281. Ada 384 juru parkir yang terdiri atas 53 juru parkir di kawasan Alun-alun Batu dan 13 koordinator di seluruh Kota Batu.

Berdasarkan Perda No 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum. Lalu ditindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota Batu Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Parkir, pembagian hasil antara Pemkot Batu dan juru parkir sebanyak 40:60. 40 persen masuk ke kas daerah, sedangkan 60 persennya untuk para jukir.

Jika target Rp 8.5 miliar terealisasi, maka 40 persen yang masuk ke kas daerah sebanyak Rp 3,4 miliar. Sedangkan yang diterima para jukir, yakni 60 persen, sebanyak Rp 5,1 miliar. Jika angka Rp 5,1 miliar ini dibagi atas jumlah seluruh juru parkir di Kota Batu sebanyak 384, maka setiap jukir menerima Rp 13.281.250 per orang dalam setahun. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved