Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Indeks Reformasi Birokrasi dan Maturitas SPIP Jadi Sorotan di Perubahan RPJMD Kota Malang 2018-2023

Dalam sidang paripurna pandangan umum fraksi tentang Ranperda Perubahan RPJMD 2018-2023, sejumlah fraksi banyak yang menyoroti tambahan indikator

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H
Suasana dalam sidang paripurna tentang Ranperda perubahan RPJMD 2018-2023 yang berlangsung di gedung DPRD kota Malang pasar Senin, (21/7) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perubahan RPJMD 2018-2023 kini telah dibahas bersama antara Pemerintah Kota Malang bersama dengan DPRD Kota Malang melalui Ranperda.

Perubahan ini didasari akibat adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan sejumlah capaian target kinerja indikator yang telah digagas oleh Pemkot Malang mengalami penurunan.

Terdapat 9 indikator yang disesuaikan targetnya tersebut, plus satu indikator tambahan, yakni Indeks Reformasi Birokrasi dan Maturitas SPIP.

Dalam sidang paripurna pandangan umum fraksi tentang Ranperda Perubahan RPJMD 2018-2023, sejumlah fraksi banyak yang menyoroti tentang tambahan indikator tersebut, Senin (21/6/2021).

Seperti dari Fraksi PKB, yang melihat, bahwa Indeks Reformasi Birokrasi dan Maturitas SPIP secara langsung tidak terikat dengan pandemi covid-19.

Fraksi PKB juga ingin mengetahui, apa yang menjadi alasan Pemkot Malang dalam memasukkan dua indikator tambahan tersebut.

"Menurut kami kedua indikator tersebut tidak terkait secara langsung dengan adanya pandemi covid 19. Tapi mengapa juga harus dilakukan penyesuaian target, bukankah dua indikator itu menunjukkan keberhasilan kinerja pemerintah kota Malang? Mohon penjelasan," ucap Abdul Wahid dari Fraksi PKB.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ahmad Fuad Rahman dari Fraksi PKS.

Dia mengatakan, Indeks Reformasi Birokrasi dan Maturitas SPIP sebelumnya tidak dimasukkan dalam indikator perubahan RPJMD.

Akan tetapi, kedua indeks tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat sidang paripurna Ranperda Perubahan RPJMD 2018-2023 beberapa hari yang lalu.

"Sebenarnya, dua indikator ini tidak berkaitan secara langsung dengan Pandemi Covid-19. Tapi mengapa juga dilakukan penyesuaian target?  Bukankah 2 indikator tersebut menunjukkan keberhasilan kinerja Pemerintah Kota Malang?," tandasnya.

Berita Terkait Malang

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved