Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kepastian Sekolah Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Malang Masih Dilematik karena Kasus Covid-19

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan,  keputusan pembelajaran tatap muka tergantung pada situasi Covid-19.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
Dindikbud Kota Malang
ILUSTRASI - Suasana kelas di sebuah SDN di Kota Malang yang sudah mempersiapkan meja kelasnya dengan pembatas untuk pembelajaran tatap muka. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kabar lonjakan kasus penularan Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten Malang kembali pikir-pikir untuk mengadakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan,  keputusan pembelajaran tatap muka tergantung pada situasi Covid-19.

"Soal sekolah masih akan kami evaluasi. Kita masih orange, namun kalau cenderung naik, akan kami rapatkan kembali mungkin PTM (pembelajaran tatap muka) ditunda," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi.

Meski tak menjelaskan secara rinci jumlah kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang saat ini, namun Wahyu menerangkan ada kenaikan okupansi ruang ICU di sejumlah rumah sakit.

"Melihat dari BOR (bed occupation rate) ICU (intensive care unit) saat ini mendekati 60 persen. Kalau ruang isolasi 40 persen. Ada kenaikan," bebernya.

Sebagai solusi ,Wahyu meminta Dinas Kesehatan terus bekerja agar ketersediaan ruang ICU dan ruang isolasi tetap terpenuhi.

"Kami ada langkah-langkahnya. Antisipasinya saya minta ada koordinasi dengan RS (rumah sakit) di Kabupaten Malang," jelasnya.

Di sisi lain, pembelajaran tatap muka di Kabupaten Malang rencananya akan digelar pada tanggal 5 Juli 2021.

Terkait keputusan, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih dirundung dilema.

"Memang dilema terhadap PTM atau tetap daring. Kami melihat dulu kondisi dan kriteria wilayah zonasi, semakin membaik atau masuk zona merah," terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rahmat Hardijono.

Keputusan gelaran belajar tatap muka masih dinamis mengikuti kondisi zona penularan Covid-19.

"Sudah kami ingstkan bahwa sekolah haris menyiapkan semuanya, termasuk membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di tingkat Sekolah (terutama dari pendidk dan tenaga kependidikan yang sudah divaksinasi Covid-19), dan dapat melibatkan orang tua wali peserta didik serta masyarakat di sekitar sekolah sesuai kriteria zonasi PPKM berbasis mikro," tandasnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved