Berita Arema Hari Ini
Dalih Arema FC Terkait Status Kiper Asing Adilson Maringa yang Berasal Dari Klub Degradasi Portugal
Salah satu suara kritis itu terkait status kiper asal Brasil Adilson Maringa yang direkrut dari klub yang terdegradasi dari Liga 2 Portugal.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kehadiran kiper asing di tim Arema FC seperti yang diharapkan pihak manajemen saat ini tidak serta merta berbuah dukungan penuh pendukung Aremania.
Suara kritis Aremania terkait kedatangan Adilson Maringa juga muncul ke permukaan.
Salah satu suara kritis itu terkait status kiper asal Brasil itu yang direkrut dari klub yang terdegradasi dari Liga Portugal.
Seperti diketahui, sebelum datang ke kota Malang, Adilson Maringa tercatat sebagai kiper klub UD Vilafranquense di Portugal.
UD Vilafranquense tercatat sebagai klub Liga 2 Portugal yang terdegradasi ke Liga 3 pada akhir kompetisi musim 2020-2021 kemarin.
Status klub asal yang terdegradasi ini yang membuat sejumlah pihak mempertanyakan kapasitas Adilson .
Terlebih datangnya Adilson Maringa sebelumnya sempat didahului kabar bergabungnya kiper asing lain yang membuat publik Arema, khususnya Aremania bingung.
Sebelum kedatangan kiper asal Brasil itu, presiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana pernah mengatakan calon kiper asing Arema FC merupakan mantan Kiper Klub Villarreal liga Spanyol.
Namun nyatanya yang datang ialah Adilson Maringa, mantan kiper UD Vilafranquense klub Liga 2 Portugal yang terdegradasi ke Liga 3 pada akhir kompetisi musim 2020-2021.
Hal ini membuat Aremania 'under estimate' pada sosok Adilson Maringa.
'Kasusnya' sama seperti saat kedatangan Eduardo Almeida, pelatih yang gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi Liga 1 ke Liga 2.
Tapi pihak Arema FC buru-buru mentralkan padnagan negatif pada kiper asing yang baru bergabung.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menegaskan, bagi Arema FC, Maringa merupakan kiper pilihan dari beberapa kandidat kiper yang akan direkrut.
"Memang dalam kondisi klub sebelumnya terdegradasi itu tidak begitu mengutungkan. Tapi dia (Adilson Maringa, red) ke sini untuk membuktikan bahwa dia layak membantu tim ini agar lebih baik lagi khususnya di posisi kiper," kata Eduardo Almeida, Rabu (23/6/2021).
"Ini pertimbangan semua, tidak hanya saya, pelatih kiper, tapi juga manajemen. Dia salah satu pilihan terbaik dari sekian kiper yang akan didatangkan," tambahnya.
Sementara itu pelatih kiper Arema FC, Felipe Americo menambahkan, bukan hal yang mudah bagi tim pelatih untuk memilih pemain.
Namun dari serangkaian pertimbangan, Maringa menjadi kiper terpilih dari jajaran kiper lainnya.
"Ini pilihan terbaik untuk Arema dan ini pilihan dari banyak nama kiper yang ada," Jelas Felipe Americo.

Ekspektasi Tinggi
'Beban berat ' harus ditanggung kiper asing baru Arema FC Adilson Maringa.
Seiring keputusannya bergabung dengan Arema, ia juga otomatis menanggung ekspektasi tinggi pihak Arema Fc dan Aremania yang berharap memiliki kiper istimewa.
Harapan besar kini digantungkan pada Adilson sebagai pengawal terakhir di depan gawang Singo Edan dalam pertandingan.
Aremania tentu tak ingin pengalaman memiliki kiper asing yang hanya jadi pengisi bangku cadangan terulang.
Sementara manajemen Arema FC berharap kiper asing setidaknya bisa mengawal gawang tim saa seperti saat Kurnia Meiga masih bermain.
Ekspektasi tinggi itu memang wajar diarahkan pada kiper yang baru pertama kali merumput di Indonesia itu, terlebih Arema FC pernah memiliki pengalaman tak bagus dengan kiper asing sebelumnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Arema pernah memiliki kiper asing asal Serbia, Srdan Ostojic.
Ostojic datang saat kompetisi Liga 1 musim 2018.
Kala itu tim Arema FC dipimpin oleh tim pelatih dari Eropa Timur.
Saat itu Arema FC dipimpin pelatih kepala Milan Petrovic asal Slovenia dan dua pelatih asal Serbia, Dulsan Momcilovic (pelatih fisik) serta Branislav Radojcic (pelatih kiper).
Arema FC tertarik mencari kiper asing untuk menutup kebutuhan tim yang saat itu ditinggalkan kiper Kurnia Meiga.
Tapi bukannya bisa mendapatkan pengganti dengan kemampuan sepadan atau lebih baik dari Kurnia Meiga, kiper asing Srdan Ostojic justru mencatat hasil buruk dalam penampilannya.
Dari empat kali pertandingan ia kebobolan sebanyak tujuh gol dan beberapa kali melakukan blunder.
Hal ini membuatnya menjadi penghangat bangku cadangan, sebelum akhirnya di coret pada akhir 2019.
Kiprah Ostojic di Arema FC tidak panjang dan tak menghasilkan citra positif.
Penampilan buruk Ostojic membuat manajemen Arema FC sempat trauma untuk mendatangkan pemain asing.
Kini Arema FC memutuskan mendatangkan kiper asing kembali, dengan harapan memiliki kualitas lebih dibanding kiper lokal.
Arema FC masih berharap memiliki kiper sebaik Kurnia Meiga.
Tapi dari deretan nama kiper yang ada belum ada yang dirasa sesuai harapan itu.
"Mendatangkan kiper asing memang sudah menjadi keputusan direksi dan juga tim pelatih. Selain itu, tanpa mengurangi rasa hormat, menurut kami sampai dengan saat ini belum ada kiper lokal yang kualitasnya setara dengan Kurnia Meiga. Sehingga kami putuskan merekrut kiper asing," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Adilson Maringa merupakan kiper asal Brasil yang memiliki tinggi 194 cm.
Sebelumnya ia memperkuat klub Liga 2 Portugal, UD Vilafranquense.
Artikel terkait Arema