Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Resmi Diakhiri, Pemprov Jatim Total Beri Insentif Rp 95,5 Miliar

Program Diskon Ramadan berupa diskon pajak kendaraan bermotor Pemprov Jatim resmi berakhir.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
Polres Malang
Ilustrasi - Pelayanan administrasi pajak kendaraan bermotor di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang tetap beroperasi dengan normal. Bedanya, pengunjung diwajibkan patuhi physical distancing atau jaga jarak aman. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Fatimatuz Zahro
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Program Diskon Ramadan berupa diskon pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor dan juga untuk kendaraan listrik yang digelar Pemprov Jatim resmi berakhir hari ini, Kamis (24/6/2021). 

Selama dua bulan program ini diberlakukan  program ini dimanfaatkan lebih dari 3,09 juta wajib pajak.

Hingga program ini ditutup, Pemprov Jatim telah mengantongi penerimaan Rp 1,45 triliun dengan total insentif yang diberikan kepada wajib pajak sebesar Rp 95,57 miliar.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Jatim Mohammad Yasin menyampaikan bahwa program ini memberikan diskon untuk kendaraan roda 2 sebesar 15 perse dan roda 4 atau lebih sebesar 5 persen telah dimanfaatkan 2,45 juta wajib pajak.

Insentif yang dikeluarkan Pemprov sebesar Rp 95,31 miliar dan penerimaan sebesar Rp 1,15 triliun.

Selanjutnya pembebasan sanksi administrasi PKB dan BBNKB dimanfaatkan 631.000 wajib pajak.

Dari jumlah tersebut, denda yang dibebaskan Pemprov Jatim mencapai Rp 244,07 juta dengan penerimaan sebesar Rp 292,92 miliar.

Sementara pembebasan PKB kendaraan listrik Jatim dimanfaatkan oleh 91 wajib pajak, dengan insentif yang dikeluarkan sebesar Rp 14,99 juta dan penerimaan sebesar Rp 78,28 juta.

"Alhamdulillah, program ini banyak sekali yang memanfaatkan oleh pemilik kendaraan Jatim. Dari program ini, insentif yang diberikan Pemprov sebesar Rp 95,57 miliar. Tapi program ini mampu meningkatkan PAD kita secara signifikan," tutur Yasin.

Berkat program ini, Bapenda mampu merealisasikan target penerimaannya hingga 51,21 persen atau senilai Rp 6,75 triliun.

Angka ini jauh lebih tinggi dari target realisasi triwulan II sebesar 45 persen dari total target Rp 13,19 triliun.

Penerimaan tersebut paling banyak berasal dari kontribusi PKB sebesar Rp 3,07 triliun dan kontribusi BBNKB Rp 1,81 triliun.

Kontribusi tertinggi berikutnya adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor sebesar Rp 1,06 triliun.

"Mudah-mudahan setelah diskon ini berakhir masyrakat akan tetap patuh membayar kewajibannya. Karena pajak yang dibayar akan membantu pembiayaan pembangunan di Jatim dan kembalinya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim," pungkas Yasin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved