Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Seusai Diperiksa, Kejari Tahan Wakasarpras SMKN 10 Kota Malang

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang, Arif R, ditahan Kejari.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang, Arif R (37) (memakai rompi oranye) saat dibawa petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang menuju Lapas Kelas I Malang, Senin (28/6/2021). 

"Dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun. Setelah melakukan penahanan tersangka, kami akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selain itu, dia diduga kuat melakukan kerjasama dengan tersangka sebelumnya (kepala sekolah SMKN 10 Kota Malang, Dwidjo Lelono) untuk  mencari perusahaan yang bisa dipinjam namanya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi ini.

"Kami lihat nanti perkembangannya, apakah ada pihak-pihak yang terlibat lagi. Tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka baru lagi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN 10 Kota Malang Dwidjo Lelono yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka, menjalankan aksi korupsinya dengan mengerjakan sendiri proyek pembangunan di SMKN 10 Kota Malang.

Tersangka Dwidjo meminjam 11 nama perusahaan rekanan sebagai pihak ketiga pembangunan.

Namun, 11 perusahaan rekanan tersebut tidak melakukan pekerjaan apapun.

Mereka hanya diberi kompensasi sebesar 2,5 persen dari setiap proyek.

Semua pengerjaan proyek di SMKN 10 Kota Malang, dikerjakan sendiri oleh tersangka Dwidjo dan orang kepercayaannya.

Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, Kejari Kota Malang menemukan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

Tersangka bernama Arif R (37), yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Dan Prasarana (Wakasarpras) SMKN 10 Kota Malang.

Selain itu tersangka Arif R, juga menjabat sebagai Kepala Revitalisasi, serta Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa pada tahun 2019-2020. 

Total kerugian negara, atas dugaan kasus korupsi dana BA BUN 2019 dan BPOPP 2019-2020 yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakasarpras SMKN 10 Kota Malang itu adalah sekitar Rp 1 miliar lebih.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved