Breaking News:

Peneliti Jerman Temukan 'Pasien Nol' dari Wabah Black Death

Ilmuwan dari Universitas Kiel, Jerman menemukan 'pasien nol' dari Black Death.

Editor: Zainuddin
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Ilmuwan dari Universitas Kiel, Jerman menemukan 'pasien nol' dari Black Death.

Black Death adalah wabah pes kuno yang diperkirakan telah membunuh sampai setengah dari populasi Eropa pada tahun 1347 sampai 1351.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports menyebutkan bahwa jenis wabah pes tertua ditemukan pada seorang laki-laki muda yang tinggal di Latvia.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (30/6/2021), para peneliti memutuskan untuk mengurutkan genomnya dan mengujinya untuk bakteri dan virus patogen.

Para peneliti terkejut saat menemukan pria yang meninggal pada usia 20-an atau 30-an itu terinfeksi wabah penyakit kuno yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

"Yang paling mencengangkan adalah kita dapat mendorong kembali kemunculan Yersinia pestis 2.000 tahun lebih jauh dari yang ditemukan oleh penelitian yang diterbitkan sebelumnya," kata Ben Krause Kyora, Kepala laboratorium DNA sekaligus penulis utama penelitian tersebut.

Penemuan ini menunjukkan bahwa penyakit menular 'pes kuno' mulai menginfeksi manusia sekitar 7.000 tahun lalu, saat sektor pertanian mulai berkembang di Eropa.

Awalnya penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini hanya menyerang hewan pengerat.

Kemudian penyakit ini bermutasi dan dapat menginfeksi manusia.

Wabah ini menular dari hewan ke manusia melalui gigitan serangga.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ilmuwan asal Jerman Temukan Wabah Tertua yang Membunuh Jutaan Orang, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/07/01/ilmuwan-asal-jerman-temukan-wabah-tertua-yang-membunuh-jutaan-orang

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved