Penanganan Covid

PPKM Darurat Bisa Diperluas Hingga Wilayah di Luar Jawa Bali, 27 Kabupaten/Kota Luar Jawa Zona Merah

Airlangga akan memanggil 17 Kepala Daerah mulai dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk memberikan pengarahan monitoring laju penyebaran Covid-19.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
ILUSTRASI - Petugas gabungan patroli skala besar pada hari pertama penerapan PPKM Darurat di Kota Blitar, Sabtu (3/7/2021). 

SURYAMALANG.COM - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bisa jadi akan diperluas.

Bukan hanya berlaku di Jawa dan Bali seperti sekarang ini, PPKM Darurat bisa diterapkan di wilayah lain jika kasus Covidnya terus melonjak.

"Tentunya kita akan memonitor sesuai dengan kriteria yang ada seperti di Jawa, kita tarik menjadi darurat, karena tingkat persentase ketersediaan rumah sakit yang terbatas dan angkanya naiknya sangat signifikan dalam bentuk jumlah," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam Konferensi pers virtual, Rabu, (7/7/2021).

Untuk diketahui daerah di luar Jawa-Bali saat ini belum menerapkan PPKM Darurat.

Karena kasus Covid-19 masih terbilang terkendali maka daerah-daerah di luar Jawa-Bali menerapkan PPKM dan PPKM Mikro.

Pemerintah terus memonitor Covid-19 harian di daerah terutama 43 kabupaten atau kota dalam 20 Provinsi di luar Jawa-Bali.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden karena daerah yang fasilitas kesehatannya semakin penuh dan fasilitas pendukungnya semakin terbatas maka akan diterapkan PPKM Darurat.

"Arahan bapak presiden seandainya daerah itu fasilitas pendukungnya semakin terbatas atau berkurang ya tentu sesuai dengan mekanisme dan kriteria yang ada tentu kita akan tingkatkan dari ketat menjadi darurat," katanya.

Airlangga akan memanggil 17 Kepala Daerah mulai dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk memberikan pengarahan monitoring laju penyebaran Covid-19.

Diharapkan para kepala daerah terus melakukan pemantauan secara ketat kondisi pandemi di wilayahnya masing-masing.

"Kami kemarin memanggil, mengundang seluruh gubernur dan siang ini kami akan mengundang juga 17 gubernur, bupati dan walikota di 34 provinsi untuk dimonitor ketat dan dengan monitor ketat ini kita bisa mempersiapkan langkah berikutnya," pungkasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta masyarakat di seluruh daerah untuk melakukan antisipasi guna menekan laju persebaran Covid-19.

Mengingat, beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah mengalami perkembangan status leveling situasi daerah pada indikator transmisi komunitas dan kapasitas respons terhadap penyebaran virus ini.

Untuk diketahui, perkembangan status leveling jumlah daerah zona merah (risiko tinggi) ada 96 kabupaten/kota.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved