Breaking News:

Nasib Alvan Didenda Rp 5 Juta Langgar PPKM Darurat, Kepergok Masih Buka Kafe di Atas Jam 20.00 WIB

Dendanya bisa bayar tapi Alvan ngaku nyesek saat menyerahkan uang Rp 5 juta kepada petugas saat sidang Kamis (8/7/2021).

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
TribunJabar.id
Alvan (27), pemilik Kafe Java, menghitung uang denda Rp 5 juta yang dibayar tunai 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Seorang pemilik kafe bernama Alvan berusia 27 tahun mengaku "nyesek" didenda Rp 5 juta gara-gara melanggar PPKM darurat.

Alvan dinilai melanggar PPKM darurat karena kepergok Satgas Covid-19 masih membuka tempat usahanya di atas pukul 20.00 WIB. 

Alhasil, Alvan pemilik kafe Java di Jalan Bojong Tengah, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mau tak mau harus ikut sidang. 

Sidang pelanggaran aturan PPKM Darurat yang diikuti Alvan digelar pada Kamis (8/7/2021).

Setelah hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Moch Martin Helmi, memvonis denda Rp 5 juta, Alvan menghampiri tim jaksa selaku eksekutor denda.

Setelah mendapat penjelasan jaksa fungsional Ahmad Siddiq, di luar dugaan Alvan membuka kantong selendangnya dan mengeluarkan uang pecahan Rp 50.000.

"Saya mau bayar denda sekarang aja, Pak," kata Alvan, sambil mengeluarkan uang dan menghitungnya menguti TribunJabar.id 'Pengakuan Pemilik Kafe di Tasikmalaya: Bayarnya Sesak di Hati, Lebih Baik Patuhi Aturan PPKM Darurat'.

Alvan (27), pemilik Kafe Java, menghitung uang denda Rp 5 juta yang dibayar kontan
Alvan (27), pemilik Kafe Java, menghitung uang denda Rp 5 juta yang dibayar kontan (TribunJabar.id)

Sikap Alvan tersebut kontan mengundang perhatian orang yang ada di sekitar tempat sidang.

Setelah dihitung pas Rp 5 juta, uang itu segera diserahkan kepada jaksa, dan Alvan menerima berita acara penyerahan denda.

Dalam sidang tipiring pelanggar aturan PPKM darurat kedua kali ini, terkumpul uang denda Rp 26 juta.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved