Breaking News:

Persiapan-persiapan Penting Sebelum Harus Melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) Karena Covid-19

Agar isolasi mandiri tak berdampak fatal pada kesehatan penderita covid-19 dan keluarganya, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan.  

Penulis: Akira Tandika | Editor: eben haezer
Tribunnews
Ilustrasi pasien Covid-19 

SURYAMALANG - Isolasi mandiri menjadi pilihan yang harus diambil penderita covid-19 saat berbagai rumah sakit sudah tak sanggup lagi menampung ledakan jumlah pasien.

Agar isolasi mandiri tak berdampak fatal pada kesehatan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan.  

Menurut Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD, saat ada satu anggota keluarga yang terkonfirmasi positif COVID-19, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan tracing dengan tes swab.

"Apabila hanya ada satu anggota yang terkonfirmasi positif, mereka harus melakukan isolasi mandiri di satu kamar tersendiri. Namun, apabila yang terkonfirmasi positif seluruh keluarga yang ada di rumah, boleh tinggal bersama tapi tetap harus menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/7/2021).

Irene menambahkan, saat ada satu anggota keluarga yang terkonfirmasi positif, mereka harus memiliki alat makan, alat mandi, dan lain-lainnya secara tersendiri.

"Lalu jika di rumah hanya ada satu kamar mandi bagaimana, dok? Kalau hanya ada satu, usahakan selalu menyemprot disinfektan setiap setelah digunakan oleh pasien COVID-19," tuturnya.

Sementara itu, mengenai asupan, Irene mengatakan tidak ada yang khusus. Semua makanan boleh dimakan, asal harus memiliki gizi seimbang.

"Pedomannya hanya pada 4 Sehat 5 Sempurna. Asupan karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan lain sebagainya harus seimbang," ujar Irene.

Selain makanan bergizi, pasien juga boleh ditunjang dengan vitamin tambahan berupa tablet. Biasanya, vitamin yang dianjurkan memiliki kandungan vitamin C, D3, Zinc, B, dan E.

"Olahraga juga penting dilakukan. Karena rata-rata pasien yang melakukan isolasi mandiri memiliki gejala yang ringan, maka mereka diperbolehkan untuk olahraga. Cukup melakukan peregangan selama 30 menit dalam satu hari," ungkapnya.

Namun, untuk pasien yang memiliki gejala sedang dan berat, tidak perlu melakukan olahraga untuk sementara waktu.

"Pastikan kondisi tubuh sudah tidak lemas, dan cukup kuat untuk melakukan olahraga. Pun begitu jenis olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat hingga memacu adrenalin. Cukup yang ringa saja," tandasnya.(akira tandika)

Baca juga: Tak Semua Pasien dengan Gejala COVID-19 Perlu Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Cara Membedakannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved