Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Babak Baru Video Viral Kericuhan Warga Melawan Tim Satgas di Bulakbanteng Surabaya, Polisi Bergerak

Kejadian keributan di video itu terkonfirmasi benar terjadi di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya, pada Sabtu (10/7/21) malam, sekitar pukul 21.57 WIB.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ Firman Rachmanuddin
Pemiilik warung di Bulakbanteng Kenjeran, Surabaya saat diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (12/7/2021) ia diduga sebagai provokator peristiwa keributan yang videonya viral. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Video keributan antara warga dan petugas gabungan penertiban Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bulakbanteng Surabya yang viral telah ditindaklanjuti.

Babak baru peristiwa itu, polisi mulai memburu para pelaku dalam peristiwa itu.

Polisi sudah menangkap seorang pemilik warung kopi yang diduga jadi provokator peristiwa keributan di wilayah padat penduduk di Surabaya Utara itu.

Seperti diketahui, ada beberapa video terkait keributan di kawasan Bulakbanteng Kecamatan Kenjeran itu yang beredar luas dan viral.

Kejadian tersebut terkonfirmasi benar terjadi di Kelurahan Bulak Banteng, pada Sabtu (10/7/21) malam, sekitar pukul 21.57 WIB.

Nampak dalam video itu warga beringas mengusir petugas yang terdiri dari unsur 3 Pilar, termasuk asatpol PP dan Polisi.

Selain mengusir dengan mengumpati para petugas, warga di video itu terlihat juga menyerang secara fisik dan melempari mobil dinas Polisi dan Satpol PP.

Pada saat kejadian, para petugas memilih mundur dan meninggalkan lokasi.

Tapi setelah peristiwa itu jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan upaya paksa penangkapan terhadap pemilik warung kopi berinisial E.

E ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, pada Minggu (11/7/2021) pagi.

E diduga kuat telah melakukan provokasi hingga terjadi aksi kericuhan saat kegiatan penertiban tersebut.

"E ini tidak terima saat ditegur. Begitu juga saat diberi tindakan karena yang bersangkutan tidak patuh aturan PPKM sehingga memprovokasi warga dan terjadi kerusuhan tersebut,"kata Kapolres Tanjung Perak , ABP Ganis Setyaningrum, Senin (12/7/2021).

Ganis juga meyakinkan jika tidak akan berhenti hanya pada E seorang.

Pihak Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga tengah melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap kemungkinan pelaku kerusuhan yang lainnya.

"Untuk kemungkinan pelaku lain masih kami dalami. Yang pasti siapapun yang mencoba menghalangi petugas saat menjalankan tugas telah diatur seduai dengan pasal 212 KUHP," tegasnya.

Ganis mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh aturan guna mempercepat penanganan Covid 19 di Surabaya.

"Ini semata-mata untuk keselamatan masyarakat. Taati aturan agar penanganan Covid 19 ini menjadi maksimal,"tandasnya 

Kronologi Kejadian

Untuk diketahui, peristiwa keributan dalam video yang viral itu bermula dar kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pihak Pemerintah, TNI, dan Polri wilayah kecamatan Kenjeran, beserta relawan dari organisasi kemasyarakatan untuk penbertiban PPKM Darurat.

Awalnya kegiatan di malam hari itu berlangsung dengan tertib.

Beberapa warga yang kedapatan tidak menggunakan masker, diangkut petugas dan akan di bawa ke Kantor Kecamatan Kenjeran.

Namun, saat dilakukan penertiban terhadap sebuah warung kopi (warkop) yang melanggar jam operasional di Jl. Bhinneka Raya (perbatasan Suropati dan Bulak Banteng Baru) Kelurahan Bulak Banteng, petugas mendapatkan perlawanan dari pemilik Warkop, yang tidak terima tempat usahanya akan disegel.

Selain memarahi petugas dengan kata-kata kasar, pemilik warkop juga memprovokasi warga sekitar.

Akibatnya terjadi keributan dan memicu warga melakukan aksi pendorongan, pemuklan terhadap satgas covid yang ada di lokasi hingga melempari mobil petugas.

Akibatnya, mobil patroli lalu lintas Polsek Kenjeran dan Satpol PP Kecamatan mengalami kerusakan di bagian kaca belakang, serta lecet pada beberapa sisi bodinya.

Melihat situasi semakin tidak kondusif, petugas langsung menghentikan giat tersebut, dan memutuskan untuk kembali menuju ke Kantor Kecamatan Kenjeran.

Menanggapi kericuhan tersebut, Camat Kenjeran, Henni Indriaty yang juga memimpin langsung di lapangan, mengaku menyayangkan respon masyarakat.

"Ya sangat disayangkan respon negatif masyarakat. Padahal kita berniat baik, agar mata rantai penularan covid 19 ini bisa segera terputus," kata Henni.

Namun, meskipun ada kejadian ini (kericuhan), Camat Kenjeran memegaskan, pihaknya beserta tiga pilar tidak akan berhenti untuk mensosialisasikan serta menindak pelanggar protokol kesehatan.

"Kita akan terus melakukan kegiatan sosialisasi ini karena kita peduli dengan kesehatan masyarakat, saya tidak ingin masyarakat di wilayah saya terpapar Covid 19", tegas Henni.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved