Berita Arema Hari Ini
Berita Arema Populer Senin 12 Juli: Carlos Fortes Tiba di Malang & Antisipasi Jika Liga 1 2021 Batal
Rangkuman berita Arema populer Senin 12 Juli 2021 membahas seputar pemain dan manajemen tim Singo Edan.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Rangkuman berita Arema populer Senin 12 Juli 2021 membahas seputar pemain dan manajemen tim Singo Edan.
Satu dari berita Arema hari ini menyoroti tentang keberadaan Carlos Fortes sudah tiba di Malang yang mana kontrak bermain bersama Singo Edan dimulai hari ini.
Berita Arema juga membahas tentang antisipasi manajemen Arema FC jika kompetisi Liga 1 2021 kembali diundur atau batal seperti musim lalu.
Selengkapnya, langsung saja simak berita Arema populer yang telah tim SURYAMALANG.COM rangkum dari berbagai sumber:
1. Kontrak Resmi Carlos Fortes Jadi Pemain Asing Arema FC Baru di Hari Senin, Sudah Aman Tiba di Malang

Pemain asing baru Arema FC, Carlos Fortes sudah tiba di Malang dan dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi di hari Senin (12/7/2021).
Kepastian perkenalan resmi Carlos Fortes sebagai pemain Arema FC di hari Senin nanti disampaikan media officer Arema FC, Sudarmaji berdasarkan kondisi terakhir.
Carlos Fortes tiba di Malang pada Sabtu (10/7/2021) dengan kondisi yang dipastikan aman.
Bukan hanya karena sudah menjalani masa karantina di Jakarta, striker asing Arema FC ini juga sudah menjalani pemeriksaan medis di Malang.
Pemain berusia 26 tahun itu akan segera tanda tangan kontrak bersama Arema FC.
“Jika tidak ada halangan, Senin akan dilakukan tanda tangan kontrak dan secara resmi akan dilakukan perkenalan secara virtual kepada Aremania,” imbuh Sudarmaji.
Striker berkebangsaan Portugal itu sebelum tiba di Malang sudah melakukan regulasi protokol kesehatan secara ketat.
Ia sudah menjalani karantina di Jakarta dan melakukan vaksin.
“Carlos Fortes sudah datang di Bumi Arema, dia juga sudah menjalani regulasi sesuai ketentuan protokol kesehatan termasuk karantina hingga vaksin,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.
Soal kondisi kesehatan Carlos Fortes, pemain berambut gimbal itu juga sudah menjalani tes medis sebagai syarat sebelum menandatangani kontrak bersama Arema FC.
Meski dipastikan segera menjadi bagian tim Arema, pemain yang memiliki nama lengkap Carlos Manuel dos Santos Fortes itu nampaknya tidak bisa segera bergabung dengan para pemain Arema yang lain.
Kondisi belum memungkinkan karena saat ini masih dalam masa PPKM Darurat.
Tapi pihak manajemen Arema memastikan Carlos Fortes akan mendapatkan arahan dari tim pelatih ketika sudah terikat kontrak dengan Arema FC.
“Tentu saja nanti ketika secara resmi sudah berkostum Arema FC maka dia akan mendapatkan arahan dari tim pelatih terkait program tim,” papar Sudarmaji.
2. Arema FC Sudah Siapkan Antisipasi Jika Kompetisi Liga 1 2021 Kembali Mangkrak Seperti Musim Lalu

Arema FC menyerap banyak pelajaran dari pengalaman buruk soal mangkraknya kompetisi Liga 1 musim 2020 lalu.
Menyongsong Liga 1 2021, klub beralias Singo Edan sudah mempersiapkan diri secara matang dan serius menghadapi kemungkinan buruk terulang lagi.
Salah satunya adalah antisipasi soal penyesuaian kontrak selama masa tunda yang sempat rumit di musim lalu.
Isu penyesuaian kontrak kembali naik menyusul penundaan kick off Liga 1 2021 yang seyogyanya digelar 9 Juli lalu kini mundur menjadi akhir Agustus 2021.
Pada penundaan kali ini PSSI memutuskan mengembalikan kebijakan penyesuaian kontrak pemain kepada klub.
Federasi tidak lagi mengeluarkan aturan-aturan khusus mengenai penyesuaian nilai kontrak seperti musim 2020 kemarin yang ditetapkan sebesar 25 persen.
Menanggapi hal tersebut General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan masalah ini sudah diantisipasi jauh-jauh hari.
Jadi sejak awal tim memang sudah mempersiapkan kondisi-kondisi semacam ini dan langsung disertakan dalam klausul kontrak tiap pemain.
"Hal-hal jika ada kondisi seperti itu (force majeure atau penundaan Liga) sudah kami atur di kontrak pemain," ujar Ruddy Widodo dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com.
Ruddy Widodo membeberkan semenjak kerumitan yang terjadi pada musim 2020, Arema FC dan klub-klub lain berusaha mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan melalui kontrak.
Karena itu pada tahun ini kontrak pemain lebih tebal dari pada tahun-tahun sebelumnya.
"Perihal bagaimana format kontrak juga hasil diskusi dengan teman-teman klub lain," ujarnya.
Semua hal-hal dijelaskan lebih terperinci dalam kontrak pemain.
Tujuannya agar pemain ikut mengetahui langkah-langkah antisipasi apa saja yang disiapkan klub selama jalannya kompetisi.
Karena itu, tidak ada kebijakan mendadak yang kemudian menjadi sengketa yang merugikan salah satu pihak.
Ketika pemain menandatangani kontrak berarti terjadi kesepakatan yang mengikat antara klub dan juga pemain.
"Kitab Suci FIFA itu kontrak. Jadi memang tidak boleh ada pihak yang diberatkan, kata GM asal Madiun.
"Tidak hanya urusan saat Liga tertunda. Ketika pemain atau pelatih performanya kurang selama gelaran Liga juga diatur dalam kontrak," pungkasnya. (Kompas.com)
Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM
Ikuti Berita Terkait Arema FC Lainnya.