Berita Malang Hari Ini

PPKM Darurat, Bansos bagi Warga Kabupaten Malang Terdampak Covid-19 Belum Cair

Pemkab Malang belum bisa menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di wilayahnya pada masa PPKM Darurat.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengganti Kartu Keluarga Sejahtera untuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya telah disalahgunakan oleh oknum pendamping PKH Desa Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (29/6/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemkab Malang belum bisa menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di wilayahnya pada masa PPKM Darurat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan alasan utama Pemkab belum bisa mencairkan dana bansos karena pendataan penerima bantuan yang belum rampung.

"Ada bansos. Kami sekarang sedang melakukan pendataan by name by address," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi pada Senin (12/7/2021).

Kata Wahyu pendataan secara menyeluruh dilakukan agar bansos dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Dirinya tak ingin penyaluran bansos disertai polemik.

"Kami sedang mendata biar tepat sasaran. Sumbernya ada yang dari pusat, ada yang juga dari Kabupaten sedang kami bahas diambil Insya Allah dari BTT (belanja tidak terduga)," ujar Wahyu.

Terkait jumlah penerima bansos terdampak Covid-19, Wahyu tidak menerangkan secara gamblang.

Lagi-lagi alasan yang dilontarkan yakni pendataan yang belum rampung.

"Wujudnya (bansos) seperti sembako, lalu dari Dinas Sosial akan ada bantuan langsung bagi mereka kami sedang mendata. Dari pusat nominalnya ada ketentuan langsung, Rp 300 ribu kalau gak salah," kata Wahyu. 

Wahyu juga belum bisa memastikan waktu pasti penyaluran bansos bisa diselenggarakan.

"Sementara mungkin yang didapat yang dari pusat dulu. Kami segerakan untuk bansos pada PPKM Darurat," beber mantan Kepala DPKPCK Kabupaten Malang ini.

Di sisi lain, Wahyu menegaskan telah menyalurkan insentif dana bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

"Kalau intensif (uang) sudah diberikan, nilainya saya tidak hafal. Yang jelas ada," beber Wahyu.

Pada masa PPKM Darurat tenaga kesehatan masih berjibaku menangani pasien Covid-19.

Menyadari resiko berat yang dihadapi tenaga kesehatan, Wahyu tengah mempertimbangkan adanya pemberian bantuan sembako bagi tenaga kesehatan.

"Mungkin kami akan berikan sembako untuk tenaga kesehatan. Agar lebih semangat akan kami berikan susu, minyak goreng, beras, gula seperti itu," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved