Breaking News:

UIN Sunan Ampel Berduka, Dalam Sehari Dua Tokohnya Sekaligus Meninggal Dunia

Civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya berduka. Dalam sehari, Minggu (11/7/2021), dua tokoh di UIN Sunan Ampel wafat.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: eben haezer
ist
Dalam sehari dua tokoh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) wafat. Yakni Pembantu Rektor II IAIN SA Periode 2000-2004 Drs Moch Achjar MSi dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Uinsa periode 2018-2022 Prof Dr  Mashum MAg.  

SURYAMALANG, SURABAYA - Civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya berduka. 

Dalam sehari, Minggu (11/7/2021), dua tokoh di UIN Sunan Ampel meninggal dunia. Keduanya adalah Pembantu Rektor II IAIN SA Periode 2000-2004 Drs Moch Achjar MSi dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Uinsa periode 2018-2022 Prof Dr  Mashum MAg. 

Kabar duka tersebut pun sontak mengisi ruang-ruang virtual whatsapp group Keluarga Besar UINSA Surabaya. Bahkan, kabar berpulangnya Prof Mashum hanya selang satu jam pasca digelarnya doa bersama untuk Keluarga Besar Uinsa Surabaya. 

"Kami semua sangat berduka dan merasa kehilangan atas wafatnya WR 3. Beliau adalah orang yang sangat kooperatif, baik, lugas dalam komunikasi, suka membantu, juga humoris," ungkap Rektor Uinsa, Prof Masdar Hilmy, SAg MA PhD.

Terlebih saat rapat bersama dengan para wakil rektor, Prof Mahsum selalu menyampaikan gagasan secara lugas. Kenangan itulah yang paling berkesan bagi Prof Masdar saat bersama dengan almarhum.  

"Tanggal 2 Juli masih rapat daring dengan seluruh warek. Sabtu (10/7/2021) kemarin juga masih sempat wa (whatsapp) ke beliau menanyakan kesehatannya. Beliau jawab alhamdulillah semakin baik sekalipun saturasinya masih rendah," ujar Prof Masdar.  

Terkait penyebab meninggalnya, Prof Maddar mengatakan karena sakit demam.  "(Penyebabnya) sakit demam (tidak tahu swab apa belum). Beliau dirawat dirumah dan langsung dimakamkan oleh keluarga," katanya.  

Di tengah kondisi yang tidak menentu ini,  Prof Masdar  juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan,  tetap di rumah dan menjauhi kerumunan agar terhindar dari virus Covid-19. 

Duka mendalam tentu saja dirasakan, 'anak kandung' dibawah garis koordinatif almarhum yang menjabat sebagai Warek KK sejak 2018 silam. 

Koordinator Bidang Kerjasama Kelembagaan, dan Humas, Emy Tyartiani, mengaku kehilangan sosok bapak yang mengayomi. 

"Kabar yang sangat mendadak dan mengejutkan. Kami semua tidak percaya kalau beliau secepat ini dipanggil Allah. Beliau adalah sosok pemimpin yang sabar, kebapakan, dan selalu  merespon cepat setiap kami membutuhkan arahan," ujar Emy mengenang. 

Bagi Emy, Prof Mahsum adalah pribadi yang santun, suka bercanda, dan ramah pada siapapun. Ia berharap 'bapaknya' di Uinsa tersebut mendapat tempat yang mulia di Sisi Allah SWT.

 "Kami anak-anaknya akan selalu merindukan bapak dan akan selalu mengenang semua kebaikan bapak. Selamat jalan bapak," pungkas Emy tak kuasa menahan haru. (sulvi sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved