Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dilema Perajin Peti Mati di Malang, Produk Laris Namun Hati Merasa Sedih

Sejak pandemi setahun lalu, permintaan akan peti mati di Kota Malang meningkat.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Antonius Budi Wantoro (kanan) pemilik usaha peti mati di Jalan Kemantren, Sukun, Kota Malang, Rabu (14/7/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sejak pandemi setahun lalu, permintaan akan peti mati di Kota Malang meningkat.

Hal ini dialami perajin pembuat peti mati, Antonius Budi Wantoro, yang sudah 45 tahun menekuni usaha pembuatan peti mati di Jalan Kemantren, Sukun Kota Malang.

Budi mengaku pernah dalam sehari mendapat pesanan 50 peti karena banyak pasien Covid-19 meninggal dunia. 

Sejauh ini layanan peti matinya dikirim ke wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang.

"Di balik banyaknya pesanan, sebenarnya saya sedih. Saya sedih sebab banyak yang meninggal karena virus dan saya kasihan pada keluarga yang mereka tinggalkan," jelas Budi pada suryamalang.com, Rabu (14/7/2021). 

Sebelum pandemi, pesanan dia paling banyak 15 peti.

Sekarang pesanan cenderung naik antara 25 sampai 50 peti.

Ia pun menambah pekerja hingga 10 orang dari yang biasanya cuma tiga orang.

"Umumnya pesanan saya dari RS dan gereja," kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved