Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Mahasiswa Komunikasi UMM Kembangkan Wisata di Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang

Mahasiswa UMM dan Pokdarwis Heritage Kajoetangan Malang melakukan kegiatan Pengembangan Pariwisata Kajoetangan Malang atau disingkat (PPKM).

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Salah satu sudut pemandangan di Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang. Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Public Relation 3 Event Management, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Heritage Kajoetangan Malang mengadakan kegiatan Pengembangan Pariwisata Kajoetangan Malang atau disingkat (PPKM). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di tak membatasi upaya sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Public Relation 3 Event Management Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Pokdarwis Heritage Kajoetangan Malang untuk berkegiatan dan mengembangkan kreativitas.

Baru-baru ini, mereka mengadakan kegiatan Pengembangan Pariwisata Kajoetangan Malang atau disingkat (PPKM).

Kegiatan tersebut merupakan forum diskusi dengan beberapa pihak internal kampung seperti Pokdarwis, Karang Taruna, PKK, pelaku UMKM dan perwakilan dari empat RW yang tergabung dalam Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang.

Ketua Pelaksana kegiatan PPKM UMM, Idham Izzuddien Ghifari, tersebut diadakan secara online dengan tema diskusi yang berbeda.

“Di hari pertama, diskusi mengusung tema 'Rekonsolidasi dan Penguatan Komunikasi Internal Kampoeng Heritage Kajoetangan' dengan mengundang Tri Sugihanto atau yang akrab disapa mas Aan, Sekjen East Java Ecotourism Forum & Founder Malang Travelista, sebagai pemateri,” ujar Idham, Kamis (15/7/2021).

Diterangkannya, diskusi itu menekankan pentingnya perencanaan pariwisata yang terukur dan sustainable serta kelembagaan yang baik untuk menunjang pengelolaan wisata di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Dalam menjalankan pariwisata, dibutuhkan Kelompok Kerja Lokal Pariwisata (KKLP) yang menjadi wadah koordinasi dan komunikasi pemangku kepentingan di desa ataupun tujuan tempat wisata.

“Dalam diskusi tersebut, peserta kegiatan juga sepakat bahwa pariwisata menjadi salah satu cara alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan melindungi warisan sejarah yang terdapat di Kampoeng Heritage Kajoetangan itu sendiri,” terangnya.

Partisipasi masyarakat juga menjadi poin yang sangat penting.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved