Breaking News:

Walikota Batu Ingin Vaksinasi Untuk Anak Segera Terealisasi

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko ingin alokasi vaksin untuk warga Kota Batu berusia 12 hingga 17 tahun bisa segera terealisasi.

Penulis: Benni Indo | Editor: eben haezer
ist
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (berdiri) menyaksikan langsung proses pemeriksaan tekanan darah warga sebelum mendapatkan dosis vaksin. 

SURYAMALANG, BATU - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menginginkan alokasi vaksin untuk warga Kota Batu berusia 12 hingga 17 tahun bisa segera terealisasi. Pasalnya, kelompok anak juga rentan terhadap penularan Covid-19.

Dikatakan Dewanti, pendaftaran program vaksinasi anak cukup mudah. Caranya mendaftarkan ke RT/RW, selanjutnya dihubungkan ke desa atau langsung ke Puskesmas.

Ketersedian vaksin menjadi kunci utama untuk kelancaran program vaksinasi. Apalagi saat ini antusias masyarakat terbilang tinggi jika dibandingkan sebelumnya.

Pemkot Batu sendiri menargetkan satu faskes tingkat pertama bisa melakukan vaksinasi hingga 200 orang. Ada lima Puskesmas dan empat RS rujukan di Kota Batu. Dewanti berharap ada jaminan ketersediaan vaksin sehingga  bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Semua upaya telah kami lakukan agar cepat. Syukur antusias masyarakat saat ini sangat luar biasa. Awal dulu, kami susah cari orang yang mau divaksin, sekarang terpaksa harus banyak yang menunggu,” ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso juga mengungkapkan hal serupa terkait perlunya vaksinasi kepada kelompok anak usia 12 hingga 17 tahun. Apalagi tingginya antusias masyarakat mengikuti program vaksinasi tengah terjadi di Kota Batu.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya antusias masyarakat yakni sertifikat vaksin. Surat ini menjadi syarat yang dibutuhkan ketika hendak bepergian ke luar daerah dengan menggunakan moda transportasi umum.

“Salah satu hal yang mempengaruhi, dimungkinkan karena saat ini menjadi persyaratan. Contohnya, ingin bekerja atau naik pesawat. Harus menunjukkan sertifikat vaksin,” ujar Punjul.

Ia mengatakan, vaksin sebagai benteng perlindungan untuk memperkecil resiko seseorang ketika terpapar Covid-19. Dinkes Batu juga turun langsung melakukan jemput bola ke desa/kelurahan. Agar mempercepat cakupan vaksinasi sehingga kekebalan komunitas tercapai.

"Dinkes jemput bola agar kekebalan komunitas tercapai. Meski vaksin tidak melindungi 100 persen, paling tidak memperkecil resiko," kata dia.

Kekebalan komunitas dapat tercapai jika 70 persen dari total populasi Kota Batu disuntik vaksin lengkap. Tercatat populasi penduduk Kota Batu sebanyak 220.296 jiwa. Dengan begitu, setidaknya ada sebanyak 154 ribu jiwa penduduk yang harus dijangkau vaksinasi. Pemkot Batu pun mematok 170 ribu jiwa disuntik vaksin.

Dinkes Kota Batu mencatat hingga kini jangkauan vaksin masih mencapai sekitar 24 persen atau 38.216 orang untuk dosis pertama. Lalu dosis kedua baru mencapai 10,20 persen atau sebanyak 16.237 jiwa. (Benni Indo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved