Berita Trenggalek Hari Ini

Mobilitas Warga Trenggalek Turun Jadi Zona Kuning, Polres Trenggalek Perketat Penyekatan

Mobilitas di Trenggalek turun menjadi zona kuning, setelah sebelumnya masuk dalam zona merah

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
aflahul abidin/suryamalang.com
Kabupaten Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Mobilitas di Trenggalek turun menjadi zona kuning, setelah sebelumnya masuk dalam zona merah.

Sekarang penurunan mobilitas sudah sekitar 25 persen. Sebelumnya sekitar 19 persen," kata AKBP Dwiasi Wiyatputera, Kapolres Trenggalek kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/7/2021).

Dwiasi menyatakan penurunan mobilitas itu didorong oleh penyekatan di beberapa titik.

Pihaknya menyekat akses masuk ke pusat kota sejak 16 Juli 2021.

Jumlah kendaraan yang masuk pusat kota Trenggalek terbilang menurun  dalam beberapa hari setelah penyekatan.

Jalanan tampak lenggan di jam-jam yang biasanya terjadi kepadatan.

Meskipun, kendaraan masih diizinkan masuk, terutama kendaraan yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal.

Karena itu, kepolisian juga akan memperketat penyekatan di perbatasan daerah, termasuk di perbatasan Trenggalek-Ponorogo. Pos penyekatan di sana berada di wilayah Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Pengetatan penyekatan dilakukan mulai Sabtu (17/7/2021).

Pada hari itu sebanyak 55 kendaraan roda empat diputar balik, baik yang menuju arah Ponorogo maupun Trenggalek.

“Kami melakukan operasi yustisi, yang menyangkut penyekatan. Karena ada beberapa surat yang wajib dibawa dan diperlihatkan kepada petugas yang mengecek. Yakni harus membawa SIKM (Surat Izin Keluar Masuk),” tutur Dwiasi.

Pengecekan surat di titik penyekatan dilakukan secara berkala oleh petugas gabungan dari Polres Trenggalek dan Polres Ponorogo.

Dwiasi mengatakan pengecekan surat pada pengemudi kendaraan utamanya diberlakukan untuk kendaraan pribadi.

“Karena sebenarnya yang boleh melintas adalah yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritika,” sambung dia.

Pengetatan penyekatan di pusat kota dan perbatasan, tutur Dwiasi, akan berlangsung hingga akhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021.

Pengetatan bisa diperpanjang apabila ada kebijakan lanjutan terkait perpanjangan PPKM Darurat.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved