Berita Trenggalek Hari Ini

Forkopimda Imbau Warga Trenggalek Tak Borong Obat dan Vitamin

Forkopimda mengimbau warga Trenggalek tidak memborong obat-obatan dan vitamin.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
Tribunpalu.com - Pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Forkopimda mengimbau warga Trenggalek tidak memborong obat-obatan dan vitamin.

Forkopimda Trenggalek mendatangi beberapa apotek dan toko obat di pusat kota untuk memantau ketersediaan obat dan vitamin di setiap toko, Senin (19/7/2021).

Dikhawatirkan, lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat banyak warga memborong obat dan vitamin.

Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan stok obat dan vitamin masih tergaja.

Menurutnya, tidak ada aksi borong obat atau vitamin secara masif oleh warga Trenggalek.

Tapi, ada beberapa jenis dan merek obat serta vitamin yang stoknya menipis.

Pihaknya mengimbau agar warga Kabupaten Trenggalek tak panik hingga membuat mereka memborong obat dan vitamin.

Pihaknya minta para pemilik apotek dan toko obat untuk membatasi jumlah pembelian satu orang untuk obat dan vitamin.

“Jadi agar masyarakat tidak kesulitan mencari obat atau vitamin yang dibutuhkan. Terlebih di saat PPKM Darurat seperti saat ini,” kata Dwiasi kepada SURYAMALANG.COM.

Pihaknya akan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait untuk menghindari kelangkaan obat dan vitamin.

“Kami juga berpesan agar masyarakat saling bahu-membahu, bergotong-royong membantu warga atau tetangganya yang sedang menjalani isolasi mandiri,” terangnya.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Trenggalek dalam beberapa hari terakhir membuat jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri meningkat.

Data terakhir yang dirilis pemerintah setempat, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 170 orang per Minggu (18/7/2021).

Forkopimda mengimbau agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) dan menahan diri agar tak keluar rumah apabila tak ada keperluan yang mendesak selama PPKM Darurat diberlakukan.

Dwiasi meningatkan bahwa jajarannya masih akan menerapkan penyekatan di beberapa titik di Kabupaten Trenggalek. Yakni di ruas jalan perbatasan antar kota dan area menuju pusat kota Trenggalek.

Operasi yustisi juga masih akan digelar secara masif. Tujuannya agar mobilitas masyarakat bisa ditekan untuk menekan laju penularan Covid-19 di Trenggalek.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved