Breaking News:

Hasil Tes PCR Numpuk di Labkesda, Warga Positif Antigen Diimbau Langsung Isolasi Mandiri

Warga Surabaya yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Swab antigen bisa menjalani isolasi, baik isolasi mandiri maupun di fasilitas Pemkot Surabaya

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Pelaksanaan rapid test antigen di Surabaya 

SURYAMALANG, SURABAYA - Warga Surabaya yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Swab antigen bisa menjalani isolasi, baik isolasi mandiri maupun isolasi di fasilitas yang telah disediakan Pemkot Surabaya.

Kebijakan ini diambil Pemkot mengingat tingginya antrean tes Swab PCR yang masuk ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya. Sehingga, pasien harus menunggu lebih lama. 

"Kondisi Labkesda saat ini melakukan banyak penelitian karena (penularan) varian Delta sangat kencang. Akhirnya, banyak yang (uji tes) numpuk di sana," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Senin (19/7/2021).  

Febri menjelaskan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin penanganan terhadap pasien Covid-19 terlambat. Apalagi, menyebabkan pasien meninggal dunia. 

Mengingat, okupansi RS untuk gejala berat saat ini cukup tinggi. "Misalnya, sampai pasien mengalami penurunan saturasi oksigen yang terlampau jauh. Jangan sampai seperti itu," kata Febri mengutip arahan Cak Eri. 

Oleh karenanya, warga yang merasa tidak enak badan, bisa segera ke Puskesmas. Di Puskesmas, warga akan mengikuti Swab antigen. 

"Pak Wali merekomendasikan untuk yang positif hasil Swab antigen segera isolasi tanpa perlu Swab PCR. Sehingga, positif antigen akan dibuat standar," kata Febri. 

Pun apabila warga tak bisa ke Puskesmas, bisa menghubungi kontak telepon Puskesmas terdekat. Selain itu, bagi warga yang menjalani tes antigen mandiri juga bisa melaporkan ke petugas. 

"Jangan ragu untuk menyampaikan. Jujurlah kepada petugas dari Puskesmas, RT, maupun RW, sehingga kami akan membantu," katanya. 

Apabila ada warga yang positif, pemkot menyiapkan sejumlah langkah intervensi. Untuk yang gejala ringan bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Pemkot akan menyalurkan bantuan makanan hingga vitamin melalui permakanan. Satu hari, mendapatkan 3 kali makan. 

"Apabila ada satu anggota keluarga yang positif, maka anggota keluarga lain sebagai kontak erat pasien akan ikut isolasi. Sehingga, bantuan permakanan akan diberikan sesuai jumlah yang isolasi," katanya. 

Apabila tak memungkinkan isolasi di rumah, maka Pemkot menyiapkan tempat isolasi. Yakni, di Hotel Asrama Haji dan RS Darurat Lapangan Tembak untuk gejala ringan. 

"Jadi, otomatis kalau kediaman tidak laik untuk isolasi mandiri, langsung dibawa ke Asrama Haji atau tempat isolasi di Lapangan Tembak. Inilah yang menjadi percepatan dari Bapak Wali Kota," katanya.  

Baca juga: Tak Dapat Ventilator, Dokter di Ponorogo yang Hamil 7 Bulan Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved