Press Release

20 Organisasi Berkolaborasi Memperingati Hari Anak yang Masih Berlangsung di Tengah Pandemi

Hari Anak Nasional tahun ini masih berlangsung di tengah pandemi covid-19. Dua puluh organisasi pun berkolaborasi untuk merayakannya

Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: eben haezer
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi 

Ada 4 sub tema yang akan disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2021 yang terkait isu-isu anak di ranah daring: Adiksi Gawai, Kekerasan Seksual Online terhadap Anak,  Cyber Bullying dan Jejak Digital serta Hoaks.

“Saya sangat mengapreasiasi terlaksananya acara oleh ID-COP dan para mitra. Sebagaimana anak-anak ini adalah generasi muda penerus bangsa, pemberian literasi digital sedini mungkin akan sangat membantu mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi dan risiko yang hadir bersamanya,” ujar Direktur Aptika Kominfo, Semuel Abriyani Pangerapan.

Kepala Pusat Pengayaan Karakter, Hendarman menyampaikan, pemerintah bersama semua pihak memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan yang aman dan nyaman bagi anak, agar mereka dapat bertumbuh kembang secara optimal, serta terbentuk karakter anak yang tangguh.

"Anak-anak menghadapi berbagai tantangan di ranah daring, seperti adiksi gawai, kekerasan seksual terhadap anak di ranah daring, cyber bullying, serta terpaparnya anak akan berita-berita hoaks. Kampanye Anak Indonesia Makin Cakap Digital yang diselenggarakan oleh Indonesia Child Online Protection (ID-COP) dan para Mitra, bisa mengingatkan anak-anak dan kita semua, agar anak-anak aman dan bijak di ranah daring. Apalagi kita akan mendengar suara anak dalam kampanye ini, sehingga kita akan memahami bagaimana mereka menanggapi dunia digital ini”

Sedangkan Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati menyatakan KPAI mendukung kampanye anak Indonesia Makin Cakap Digital.

"Kampanye ini sangat penting karena anak-anak adalah digital natives, mereka berselancar, namun masih membutuhkan arahan tentang bagaimana mereka melindungi diri mereka di ranah daring. Pengawasan KPAI menemukan bahwa 79% anak Indonesia bermain gawai tanpa memiliki aturan. Kampanye ini dibutuhkan anak-anak Indonesia sehingga mereka dapat menggunakan teknologi digital sebaik-baiknya, dan terhindar dari kekerasan di dunia maya," kata dia. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved