Breaking News:

Berita Tuban Hari Ini

Meski Bulan Besar, Banyak Calon Pengantin Pilih Tunda Nikah saat PPKM Darurat

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, banyak pasangan calon pengantin di Tuban yang menunda menikah.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: isy
Instagram
Ilustrasi - Pasangan pengantin Lesti Kejora dan Rizky Billar. Selama PPKM Darurat, calon pengantin di Tuban memilih menunda pernikahan mereka. 

Berita Tuban Hari Ini
Reporter: Mochamad Sudarsono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | TUBAN - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, banyak pasangan calon pengantin yang menunda menikah.

Pada bulan Dzulhijjah atau kerap disebut bulan Besar ini, biasanya menjadi momentum yang baik untuk melangsungkan pernikahan.

Tidak sedikit warga Tuban yang hendak melangsungkan pernikahan

Tercatat ada 350 pasang calon pengantin yang telah mendaftarkan nikah di KUA, mulai 3-20 Juli 2021.

Namun, puluhan calon pengantin memilih tunda nikah. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Tuban, Sahid, mengatakan dari data yang dikirim KUA ada sejumlah 60 pasang catin yang menunda pernikahannya.

Penundaan nikah tersebut disebabkan berbagai alasan, seperti pihak dari catin ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, takut swab antigen, menunggu situasi aman maupun alasan lain.

"Benar, banyak pasangan yang memilih menunda pernikahan, hanya menunda tidak membatalkan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Tuban, Mashari, menambahkan jika seseorang hendak melangsungkan pernikahan, maka dua orang calon pengantin, wali dan dua orang saksi wajib melakukan swab antigen.

Ia juga menjelaskan, imbauan itu sudah tertera dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.P.001/DJ.III/Hk.007/07/2021, tertanggal 2 Juli 2021 dan sudah disosialisasikan, tujuannya untuk menekan penyebaran dan penularan Covid-19.

Sebab, saat ini di Indonesia banyak kasus meninggalnya para penghulu akibat terpapar virus corona, ada 80 jumlahnya.

Kalau untuk Tuban belum ada. 

"Nikahnya tidak dilarang, aturan SE Menag itu sudah jelas. Proses akad nikah harus swab antigen, itu wajib dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, yang hadir saat akad hanya terbatas 6 orang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved