Breaking News:

Risma Marah Soal Penyaluran BPNT di Tuban, Bupati Lindra Angkat Suara

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menanggapi kemarahan Mensos Tri Rismaharini soal kejanggalan penyaluran BPNT di Tuban.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/m sudarsono
Menteri Sosial, Tri Rismaharini (kanan) saat bertemu Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Sebelumnya Risma marah saat menemukan adanya kejanggalan dalam penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Sabtu (24/7/2021). 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

SURYAMALANG | TUBAN - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menanggapi kemarahan Mensos Tri Rismaharini soal kejanggalan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Tuban, Sabtu (24/7/2021).

Dia berjanji akan mengevaluasi dan menindaklanjuti temuan Risma. 

"Saya baru dilantik satu bulan pada 20 Juni, akan saya evaluasi dan tindaklanjuti temuan langsung oleh bu menteri. Insya Allah secepatnya kami evaluasi," kata Lindra yang yang ikut mendampingi Risma.

Bupati muda itu menjelaskan, sebisa mungkin akan mengkomunikasikan secara baik dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A), tanpa menggunakan jalur hukum.

Ia juga tak mau menduga-duga, semua temuan akan dievaluasi.

Disinggung dugaan keteledoran kepala dinas, ia tak mau menghakimi dan akan mengevaluasi pemerintahan yang dipimpinnya.

"Saya tidak bisa bicara panjang lebar, harus mengumpulkan data-data. Akan sidak di desa, temuan harus dengan mata saya sendiri," pungkas pria yang juga sebagai Ketua DPD Golkar Tuban.

Baca juga: Bu Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Kenapa Untuk Tiga Bulan Hanya Cair Dua Bulan?

Diberitakan sebelumnya, Bu Risma marah besar saat mengecek penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021).

Risma marah karena mendapati penyaluran BPNT yang tak sesuai dengan seharusnya. 

Saat itu, Risma mendapati seorang perempuan dari keluarga penerima manfaat (KPM) bernama Kastini (57), hanya mendapat 2 kali pencairan BPNT selama Juli-September 2020. 

Seharusnya, perempuan itu mendapat tiga kali pencairan. 

Selama tiga bulan, Kastini mengaku baru mendapat dua bulan pencairan. Sedangkan bulan September tak dicairkan.

"Ini baru dua bulan yang diberikan, yang satu bulan ke mana, mestinya dicairkan sekaligus," kata Risma yang juga didampingi Bupati Tuban dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) di lokasi. 

Baca juga: VIDEO - Marah dan Ancam Pindahkan ASN yang Tak Becus ke Papua, Bu Risma Dinilai Rasis

Risma membeberkan, bantuan satu bulan uang senilai Rp 200 ribu diwujudkan dalam bentuk sembako, beras dan tempe.

Saat mencecar Kadinsos P3A Tuban, Eko Julianto, Risma mendapat keterangan harga.

Rinciannya untuk Tuban beras 15 kg per bulan seharga Rp 165 ribu. Lalu telur Rp 26 ribu dan tempe Rp 9 ribu per bulan.

Ia lantas menekan ke mana uang satu bulan yang tak ikut dicairkan sekalian, padahal ini hak warga penerima.

"Ini saya bongkar, kalau satu bulan penerima Rp 200 ribu per bulan, jika dikalikan 80 ribu KPM berapa itu, berapa bunganya, ke mana uangnya. Saya kira lembaga hukum tahu ini," cecar mantan Wali Kota Surabaya ke Kadinsos.

Baca juga: Geger Baliho Puan Maharani Dicoret Tulisan Open BO, Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, Kadinsos P3A Tuban, Eko Julianto menyatakan, uang satu bulan KPM BPNT masih ada di kartu keluarga sejahtera (KKS), di kartu tersebut transaksi hanya dua bulan.

Tadi yang dipermasalahkan ini bunga satu bulan seperti apa. Nanti akan disampaikan ke Bupati, kalaupun nantinya arahan disalurkan ya disalurkan.

Ia khawatir apabila dicairkan semuanya, maka berasnya akan dijual, sedangkan telur dan tempe bisa rusak.

"Baru kali ini ditransfer tiga bulan, kami tahan untuk dua bulan dulu. Lalu pada Agustus kita dorong pencairan satu bulan untuk September, rencana begitu," jawab Kadinsos.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved