Berita Malang Hari Ini

Sopir Angkot Jadi Prioritas Penerima Bansos dari Pemkot Malang.

Sopir mikrolet atau angkot menjadi prioritas penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemkot Malang.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Angkot di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sopir mikrolet atau angkot menjadi prioritas penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemkot Malang.

Sopir angkot akan mendapat bansos berupa uang tunai sebesar Rp 300.000 per bulan.

Kini Pemkot sedang memverifikasi data sopir angkot, karena ada sejumlah trayek mikrolet yang sudah tidak aktif.

"Verifiasi ini karena ada sejumlah trayek yang sudah tidak aktif," ucap Heru Mulyono, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (24/7/2021).

Ada 18 dari 25 jalur angkot yang masih aktif di Kota Malang.

Sedangkan jalur MKS (Mulyorejo Klayatan Sukun) dan JPK (Joyogrand Piranha Karanglo) sudah tidak aktif.

Taksi Bima juga sudah tidak aktif.

Dishub memverifikasi ulang agar penyaluran bansos tersebut tepat sasaran.

"Jumlah sopir angkot di Kota Malang sekitar 900 orang. Tapi saat ini jumlahnya berkurang. Makanya kami verifikasi ulang," ucapnya.

Sebenarnya pemberian bansos kepada para sopir pernah dilakukan pada 16 Mei 2020.

Para sopir mendapat bansos dari Pemkot Malang sebesar Rp 600.000 yang dibagi menjadi dua bulan.

Kali ini Pemkot Malang kembali merencanakan pemberian Bansos kepada warga yang terdampak Covid-19 di Kota Malang.

Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 65 miliar dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2021.

"Karena ada perpanjangan PPKM Darurat, kami akan segera mengucurkan bansos dari APBD," ucap Sutiaji Wali Kota Malang, Rabu (21/7/2021).

Sutiaji mengatakan ada sekitar 22.861 warga dan 2.500 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berhak menerima bansos.

Kemudian ditambahkan dari pendataan melalui DPRD Kota Malang sekitar 12.023 warga yang menjadi sasaran.

Sedangkan untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan program dari pemerintah pusat sekitar 14.644 orang. Sehingt totalnya ada 52.008 warga Kota Malang yang bakal menerima bantuan sosial.

"Pendataan masuk pada kategori yang dulu. Jadi kita sudah ada datanya pada 2020 kemarin yang sudah kita sasar lagi. Mungkin ada tambahan lagi," ucapnya.

Melalui bansos ini, warga yang terdampak Covid-19 akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan.

Begitu juga BST dari pemerintah pusat juga Rp 300.000 per bulan yang diberikan dalam dua bulan sekaligus. Sehingga totalnya Rp 600.00.

"Untuk warga penerima bansos ini kita validasi lagi agar tepat sasaran. Makannya ini masih dalam proses pendataan," ucapnya.

Sementara itu, M Udin, salah satu sopir Mikrolet AJG (Arjosari Janti Gadang) bersyukur apabila rencana pemberian bansos kepada sopir mikrolet.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah saat pandemi yang belum tahu kapan selesainya.

"Kalau memang beneran ada bansos kami dan teman-teman sopir lain pasti senang. Karena tahun lalu kami juga telah mendapatkan bansos."

"Apalagi kondisi Mikrolet saat ini sepi. Dan kami sangat mengharapkan itu untuk kebutuhan makan sehari-hari," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved