Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dinkes Kabupaten Malang Sebut Kelompok Usia Produktif Paling Banyak Terpapar Covid-19

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menganalisa kelompok usia produktif menjadi yang terbanyak terpapar Covid-19.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Suasana vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menganalisa kelompok usia produktif menjadi yang terbanyak terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, menerangkan dari 2.625 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah, 43,2 persen di antaranya merupakan kelompok usia produktif, yakni rentang usia 20 tahun hingga 50 tahun.

Sementara itu kelompok usia anak-anak menunjukkan persentase sebesar 1,7 persen.

Mereka adalah kategori usia 5 tahun hingga 9 tahun.

"Usia terbanyak kedua (isolasi mandiri) yakni mereka yang berusia 45 tahun hingga 54 tahun sebanyak 21,2 persen," ungkap Arbani ketika dikonfirmasi Senin (26/7/2021).

Menanggapi fenomena tersebut, Arbani menilai bahwa ritme mobilitas usia produktif menpengaruhi oportunitas  terjangkit corona.

"Jika dilihat dari rentang usia maka yang melakukan Isoman tersebut mayoritas usia produktif yang menunjukkan mobiltas penduduk mempengaruhi jumlah kasus," tutupnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menerangkan jika saat ini baru 20 persen warga Kabupaten Malang dari total jumlah penduduk yang mencapai 2,6 juta jiwa.

Menanggapi hal tersebut, Wahyu menegaskan Pemkab Malang terus berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 guna mengejar imunitas komunal.

"Saat ini pencapaian targetnya masih terlaksana sekitar 20 persen. Sebab dari pusat belum turun. Kini stok vaksin hanya tersisa yang ada di puskesmas," ungkap Wahyu ketika dikonfirmasi.

Saat ini Pemkab Malang berpacu dengan waktu untuk memenuhi 70 persen vaksin Covid-19 penduduknya.

Sebagai solusi, Wahyu terus berkomunikasi dengan Kementrian Kesehatan guna mengajukan penambahan jumlah dosis ke pemerintah pusat.

"Pengajuan tambahan dosis sudah kita lakukan, tinggal menunggu konfirmasi dari Pemerintah Provinsi. Insyaallah pekan ini sudah turun," tutup Wahyu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved