HUT Kota Kediri ke 1142

HUT Kota Kediri ke-1142, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Ingatkan Soal 'Dilan' di Pelayanan Publik

Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal Purn Moeldoko mengungkapkan pentingnya Digital dan Melayani (Dilan) dalam pelayanan publik

Penulis: Didik Mashudi | Editor: isy
akira tandika/suryamalang.com
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menghadiri acara 'Talkshow Memperkuat Kota Kediri Sebagai Service City di Tengah Pandemi' dalam rangka memperingati HUT Kota Kediri ke-1.142, Senin (26/7/2021). 

Berita Kediri Hari Ini
Reporter: Didik Mashudi
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal Purn Moeldoko mengungkapkan pentingnya Digital dan Melayani (Dilan) dalam pelayanan publik apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

Menurut Moeldoko, Dilan merupakan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mendekatkan pelayanan kepada publik.

“Memang kita mau tidak mau basisnya harus digital. Kita juga sudah mengenal Online Single Submission (OSS) di mana perizinan menjadi cepat diselesaikan. Kalau kita orientasinya sudah di sana, maka pelayanan kita sudah bisa dipastikan bisa optimal,” tandas Moeldoko saat menjadi pembicara Talk Show Memperkuat Kota Kediri Sebagai Service City di Tengah Pandemi yang digelar TribunJatim Network, Senin (26/7/2021). 

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga berpesan semua pihak untuk mengantisipasi fenomena global.

Menurutnya, ada lima fenomena global yang tidak bisa diabaikan yaitu dunia telah berubah, berubah dengan cepat, penuh dengan resiko, kompleksitas, surprise. 

“Contoh nyatanya adanya adalah Covid-19. Berubahnya luar biasa, berkembang dengan cepat, risikonya tinggi dan merubah tatanan kehidupan. Kelima fenomena ini tolong menjadi atensi serius dalam membangun dan melangkah ke depan,” jelasnya.

Dikatakan, di masa pandemi ini walaupun ada banyak pembatasan untuk daerah yang menerapkan PPKM Level 4, pembangunan infrastruktur tetap dapat dilanjutkan. 

Menurut Moeldoko, seperti adanya Bandara di Kediri yang sudah melalui proses pembangunan 50 persen juga menjadi kekuatan baru bagaimana pertumbuhan kota akan menjadi lebih dahsyat lagi. 

Hal tersebut menurutnya, ke depan akan meningkatkan bisnis pariwisata.

“Untuk itu harus dibangun culture bagaimana masyarakat bisa merespon hal tersebut dengan baik. Bagaimana pariwisata menjadi budaya yang hidup dari masyarakat seperti yang terjadi di Bali sehingga mulai sekarang memang harus disiapkan,” terangnya.

Moeldoko juga menyampaikan konsep Kediri The Service City selaras dengan Dilan.

Ia berharap Kota Kediri ke depan semakin bersinar. 

Menurutnya, Kota Kediri memiliki trade mark yang luar biasa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved