Breaking News:

Ratusan Nakes di Sidoarjo Terpapar Covid-19, Fasilitas Kesehatan Kekurangan Personil

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Sidoarjo terpapar covid-19. Dari puskesmas-puskesmas saja, jumlahnya mencapai 208 orang.

Penulis: M Taufik | Editor: eben haezer
m taufik/suryamalang.com
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman. 

SURYAMALANG, SIDOARJO - Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Sidoarjo terpapar covid-19.

Para nakes yang terpapar covid-19 itu mayoritas bertugas di puskesmas. Jumlahnya mencapai 208 orang. 

Sedangkan di RSUD Sidoarjo, jumlah nakes yang terpapar covid-19 teracatat sebanyak 134 orang. 

"Paling banyak nakes yang bertugas di puskesmas. Mayoritas mereka isoman, dan sudah ada dua orang yang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman.

Kondisi itu membuat Sidoarjo kekurangan tenaga kesehatan. Selain ada 19 rumah sakit rujukan, puskesmas, belakangan juga ada sejumlah shelter baru untuk pasien OTG yang dibangun, sehingga butuh tambahan nakes.

Untuk mengatasi itu, Dinkes menggandeng sejumlah perguruan tinggi, serta beberapa institusi lain. Setidaknya sudah ada sekira 144 mahasiswa kesehatan yang diperbantukan untuk penanganan covid-19 di Sidoarjo.

"Semua shelter sudah siap digunakan, ada yang di Sedati bahkan sudah belasan orang penghuni. Nah, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatannya, kita menggandeng klinik, puskesmas, perguruan tinggi, dan sebagainya," ujarnya.

Nakesnya diambil dari organisasi dari klinik, dan puskesmas. setiap shelter tujuh itu kan khusus untuk OTG, sehingga tidak perlu menyediakan infus dan sebagainya plus obat-obatan dan siapkan oksigen

Selain tenaga kesehatan, Sidoarjo juga kekurangan tenaga pemulasaran jenazah pasien Covid-19. Apalagi, ada warga yang menjalani Isoman meninggal dunia di rumahnya.

"Apalagi pihak desa atau kelurahan maupun puskesmas masih harus menunggu tenaga pemulasaran dari RSUD atau rumah sakit lainnya. Pasti menunggunya kelamaan. Karena memang harus antre," kata dia.

Begitu pula soal rujukan ibu hamil yang terpapar Covid-19. Kata Syaf penanganan ibu hamil yang hendak melahirkan karena sudah terpapar Covid-19 juga mengalami kesulitan.

"Kami pun sulit telepon kesana kesini untuk merujuk ibu hamil yang terpapar Covid-19. Makanya peran Satgas kecamatan dan desa/kelurahan sangat dibutuhkan untuk penanganan masalah ini," imbuhnya.(ufi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved