Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

500 Kelompok Pembudidaya Ikan Hias di Tulungagung Terdampak Stok Oksigen Langka, Kiriman Terhenti

Tanpa oskigen, ikan hias jenis koi misalnya, akan mati di dalam kantong plastik dalam waktu sekitar 20 menit saja.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
ILUSTRASI - Ikan koi dalam plastik berisi oksigen sebelum dikirim. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Stok oksigen yang menipis seiring meningkatnya kebutuhan oksigen medis mulai berdampak pada pelaku budidaya ikan di Tulungagung.

Para pembudi daya ikan hias di Kabupaten Tulungagung mayoritas terdampak kelangkaan oksigen sebagai efek lonjakan kasus Covid-19.

Sekitar 500 kelompok pembudi daya ikan hias di Tulungagung kini tidak bisa mengirim ikan ke berbagai daerah.

Pasalnya, untuk mengirim ikan diperlukan suplai oksigen sepanjang perjalanan.

Oksigen diperlukan untuk menjaga ikan agar tetap hidup selama pengiriman, karena ikan harus dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Tanpa oskigen, ikan hias jenis koi misalnya, akan mati di dalam kantong plastik dalam waktu sekitar 20 menit saja.

“Omset pera pembudi daya ikan hias otomastis menurun, karena mereka tidak bisa mengirim ke luar kota,” terang Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko.

Pada Bulan Juli sebenarnya masa para pembudi daya ikan hias memanen ikannya.

Namun karena ketiadaan oksigen, Lugu menyarankan agar untuk sementara waktu menghentikan upaya pengiriman ke luar kota.

Pengiriman baru dilakukan jika nanti pasokan oksigen untuk para pembudi daya ikan hias sudah tersedia.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved