Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Gubernur Khofifah Bagikan Sembako untuk Warga Kampung Topeng Malang

Pemprov Jatim terus menyisir pemberian bantuan sosial (Bansos) utamanya bagi masyarakat terdampak. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
fatimatuz zahro/suryamalang.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bansos sembako kepada 33 Kepala Keluarga (KK) Kampung Topeng Malang yang berlokasi di dusun Baran, Tlogowaru, Kec. Kedung Kandang, Kota Malang, Senin (26/7/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Fatimatuz Zahro
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sekaligus saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Pemprov Jatim terus menyisir pemberian bantuan sosial (Bansos) utamanya bagi masyarakat terdampak. 

Setelah beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bansos sembako pada warga kolong tol Surabaya, hari ini, Senin (26/7/2021), gubernur perempuan pertama Jatim itu memberikan secara langsung paket sembako kepada 33 Kepala Keluarga (KK) Kampung Topeng Malang yang berlokasi di dusun Baran, Tlogowaru, Kec. Kedung Kandang, Kota Malang

Paket sembako tersebut berisi 5 kg beras, 10 bungkus mie instan, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, sarden, kecap manis, serta teh dan kopi, itu disambut riang oleh masyarakat yang mengakui bahwa pandemi covid-19 membuat ekonomi terpuruk tersebut. 

Di Kampung Topeng, Gubernur Khofifah langsung memberikan bantuan paket sembako secara door to door di tiap rumah warga.

Selain itu, ia juga bertegur sapa dengan warga dan anak-anak yang tinggal di kampung tersebut. 

Menurutnya, sapaan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi dari berbagai program pemerintah yang bertujuan saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. 

"Kondisinya sekarang memang masyarakat banyak terdampak, jadi saya rasa dimana kita bisa bersapa kita maksimalkan. Pemberian bantuan ini bisa menjadi bantalan sosial bagi mereka. Kita saling berseiring dengan programnya pak Walikota dan program bansos dari pemerintah pusat, bersama kita saling memaksimalkan, mensubstitusi dan menguatkan," urai Khofifah. 

Terkait keberadaan Kampung Topeng, Khofifah menceritakan bahwa para penghuni Kampung Topeng dulunya hidup di  jalanan dan tinggal di kampung kumuh atau di emperan toko dan jembatan.

Bahkan masuk dalam kategori homeless society. Kemudian mereka disiapkan tempat tinggal, dan diberdayakan agar memperoleh kehidupan yang lebih baik. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved