Berita Tulungagung Hari Ini

Mayoritas Sumber Air Tercemar Bakteri Ecoli, Dinkes Tulungagung: Perlu Diolah Khusus Sebelum Diminum

Mayoritas sumber air di Tulungagung tercemar bakteri Escherichia Coli (Ecoli).

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Bantuan air bersih dari BPBD Tulungagung untuk warga terdampak kekeringan. 

Berita Tulungagung Hari Ini
Reporter: David Yohanes
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Mayoritas sumber air di Tulungagung tercemar bakteri Escherichia Coli (Ecoli).

Bakteri ini diduga bersumber dari kotoran hewan maupun manusia.

Namun, air di Tulungagung masih bisa dikonsumsi, hanya saja harus mendapat perlakukan khusus.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tulungagung, Wiji Astuti.

“Dari sisi bakteriologi masih belum layak dikonsumsi. Karena itu butuh perlakukan agar layak dikonsumsi,” terang Wiji.

Wiji melanjutkan tahun 2016-2017 pihaknya melakukan uji kualitas air di wilayah Tulungagung.

Saat itu kandungan Ecoli di bawah 50, sekitar 10-15 bakteri dari sampel yang diambil.

Namun, uji kualitas air terbaru, kandungan Ecoli dalam sampel yang diambil di atas 250.

“Sumber air banyak dipengaruhi pencemaran dari sampah, kandang hewan dan sumber pencemaran lain,” sambung Wiji.

Sebagai contoh, sumber sirah di Kecamatan Rejotangan yang dipakai untuk air konsumsi.

Lingkungan sekitar sumber yang ada di tengah sawah turut membawa pencemaran.

Seperti pupuk dan pestisida dari sawah, serta material lumpur di saat-saat tertentu.

Selain itu air di wilayah Tulungagung juga mengandung kapur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved