Breaking News:

Penambahan Bed Pasien Isolasi Mandiri dan Dinamika Penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang

Demi menambah jumlah bed di fasilitas isolasi mandiri terpadu kecamatan, Kabupaetn Malang harus memngorbankan fasilitas pendidikan.

Editor: eben haezer
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Pos karantina di Dusun Rowotrate, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa (22/6/2021). 

SURYAMALANG, MALANG - Kabupaten  Malang kini memiliki 2.560 tempat tidur yang tersebar di seluruh tempat isolasi mandiri terpadu (safe house) kecamatan.

Fasilitas pendidikan dikorbankan agar dapat menjadi tempat pasien Covid-19 menjalani pemulihan kesehatan. Pasalnya, sebagian tempat isolasi mandiri difungsikan saat ini merupakan gedung sekolah.

Sanusi menegaskan pihaknya berkomitmen penuh dalam penanganan Covid-19.

"Tambahan bed tempat tidur mencapai 2.560 tempat tidur," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi ketika dikonfirmasi pada Selasa (27/7/2021).

Sementara itu, Data Satgas Covid-19 terbaru menunjukkan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah mencapai 2653 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang masih menunjukkan ritme yang dinamis.

"Naik turun ya tapi saat ini mulai turun, ICU (intensive care unit) saat ini 88 persen dan isolasi biasa di rumah sakit itu 87 persen," ucap Arbani.

Namun di sisi lain, Pemkab Malang kini tengah memikirkan penambahan tenaga kesehatan yang bertugas di safe house.

Menanggapi masalah tersebut, Arbani menerangkan pihaknya saat ini membuka lowongan pekerjaan tenaga kesehatan.

"Kami sudah berupaya untuk menambah dari rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan perawat seperti RS Kanjuruhan dan RSJ Lawang sudah ada lowongan," beber Arbani.

Kendati membuka lowongan pekerjaan, Arbani tak menampik bahwa animo masyarakat dalam melamar kesempatan kerja tersebut masih minim.

Arbani menduga ada ketakutan dari masyarakat ketika bekerja di fasilitas kesehatan pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Hal tersebut diperparah dengan munculnya varian baru virus corona Delta.

"Ketakutan nakes yang mau dikontrak itu ketakutan dengan Covid-19 ini yang menyebabkan," ungkap Arbani. (ew)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved