Breaking News:

Opini

Putih Tidak Lagi Artinya Suci, Tetapi Menyerah Pada Kebijakan Pemerintah

PPKM yang terus diperpanjang menyebabkan sejumlah usaha memaksa untuk memasang bendera putih. Ini adalah alarm bagi pemerintah

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/fikri firmansyah
Sejumlah Bendera Putih telah berkibar di Jalan Sasak Surabaya. Jumat (23/7/21). Pemasangan bendera putih dilakukan oleh para pedagang setempat sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap adanya aturan seperti PPKM, dimana telah membuat kondisi keuangan mereka menurun drastis 

Oleh : Yayan Sakti Suryandaru (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga Surabaya)

Saat ini beberapa pengusaha kuliner, hotel, restoran, atau PKL lainnya mengibarkan bendera putih. Artinya mereka menyerah kepada pemerintah saat Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Jika dahulu bendera putih artinya menyerah atau suci, tetapi sekarang menjadi menyerah pada pemerintah. Jika ini dilakukan oleh sebagian publik, pemerintah harus mengkaji ulang aturan yang bersifat masif dan publik pada umumnya.

Tidak ada yang salah dengan pemberlakuan PPKM Darurat, tetapi jika aturan ini tanpa terkecuali dikenakan, sebagian masyarakat akan duduk diam. Golongan pedagang atau pelaku usaha akan menjerit. Mereka harus tutup pada jam tertentu. Dengan jumlah pengunjung yang juga harus dibatasi.

Tentu saja ini menurunkan omset penjualan mereka. Mereka tidak mendapatkan laba tiap harinya. Mereka merasa tengah dikuasai oleh penjajah, bukan oleh pemerintah yang sah memerintah. Bagaimana selayaknya menyikapi hal ini?

Kondisi Masyarakat

Apa yang sedang terjadi sekarang bisa kita lihat pada apa yang dilakukan oleh dokter Louis. Dia berbeda pendapat dengan pemerintah, tetapi beropini lewat media sosial. Dia menggalang massa lewat media online. Begitu banyak jamaahnya.

Bukan pada materi apa yang disampaikannya yang salah, tetapi isinya lebih berupa hoaks. Pernyataannya memerahkan kuping pemerintah. Dia beropini corona itu tidak perlu ditakuti dan masker juga tidak perlu dipakai.

Berbeda pendapat dalam media sosial itu tidak apa-apa. Berseberangan dengan pemerintah boleh saja. Tetapi jika itu dilakukan di media sosial, bisa runyam jadinya. Bisa jadi seperti apa yang tengah menimpa dokter Louis sekarang. Ia ditangkap oleh pihak kepolisian atas tuduhan hoaks dan penggalangan pengikut.

Jadi bukan persoalan materinya, tetapi cara menyampaikan opini kita yang berbeda. Jika itu termasuk hoaks, apalagi menggalang pengikut pasti akan ditangkap oleh polisi. Tetapi lain persoalan dengan yang apa dilakukan oleh para pengusaha sekarang ini. Mereka bagian dari publik kita. Mereka tidak melakukannya melalui media sosial. Mereka lebih menggunakan simbol bendera putih sebagai pernyataannya.

Halaman
123
Tags
PPKM
hoaks
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved