Breaking News:

Advertorial

Realisasi Pendapatan Daerah Jatim Naik di Masa Pandemi, Gubernur Khofifah: Tercapai 58,3 Persen

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebut capaian realisasi pendapatan Jatim Tahun Anggaran 2021 hingga hari ini justru meningkat.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Fatimatuz Zahro
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa meski di tengah pandemi, capaian realisasi pendapatan Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 hingga hari ini justru meningkat. 

Pada hari ini, Selasa (27/7/2021), Khofifah menyatakan bahwa pendapatan daerah Jatim tahun 2021 tercatat 58,31 persen atau mengalami kenaikan  sebesar 11,81 persen dibandingkan TA  2020 periode yang sama yaitu  sebesar 46,5 persen. 

Menurutnya, peningkatan pendapatan ini seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan Gubernur Khofifah.

Salah satunya dengan meluncurkan program diskon Ramadhan, yang juga memiliki efek untuk meringankan beban masyarakat.

“Di tengah pandemi covid-19 dan adanya pembatasan PPKM Darurat, yang diperpanjang dengan PPKM Level 4, sebagaimana mungkin kita bisa membantu meringankan beban masyarakat," papar Khofifah. 

Selain itu ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim juga tak hanya memaksimalkan belanja dari APBD.

Melainkan juga memaksimalkan pencairan BLT Dana Desa dan sejumlah anggaran bantuan dari pemerintah pusat. 

"BLT DD juga kita upayakan agar cepat dicairkan ke masyarakat, selain itu juga program-program penunjang ekonomi masyarakat dan Koperasi & UMKM, kita ingin agar meski di kondisi yang berat masyarakat tetap kita bantu untuk meringankan beban,” tegasnya. 

Lebih lanjut wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan ini menyebutkan bahwa dengan optimalisasi belanja daerah, ternyata memang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. 

Terbukti dari data kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan I, Jawa Timur memang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi di angka -0,44 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang oleh sektor pertanian sebesar 0,43 persen dari sektor pertanian, dan perdagangan sebesar 0,24 persen, dan sektor infokom 0,52 persen.

“Ekonomi Jatim dalam track yang benar. Di triwulan pertama tahun 2021, kontraksi ekonomi Jatim tercatat ( -0,44) persen, dan menjadi daerah yang kontraksinya paling rendah dibandingkan provinsi besar lain di Pulau Jawa,” tegas Khofifah. 

Di periode yang sama, kontraksi DKI Jakarta ada di angka( -1,56 ) persen, Jawa Tengah( -0,87) persen, Jawa Barat( -0,83 ) persen. Sedangkan kontraksi nasional (-0,76 ) persen. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved