Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Polres Malang Beber Perkembangan Kasus Pria Tajinan Meninggal Diduga Akibat Penganiayaan

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi, akhirnya memberikan penjelasan atas kasus tewasnya warga Tajinan dengan kondisi luka-luka.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi, akhirnya memberikan penjelasan atas kasus tewasnya warga Tajinan dengan kondisi luka-luka.

Donny menegaskan pihaknya masih mendalami kasus dugaam penganiayaan yang terjadi di Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Tajinan, Kabupaten Malang pada Minggu (25/7/2021) malam lalu tersebut.

Dari hasil olah TKP polisi, ditemukan barang-barang korban berupa sandal, masker, kendaraan roda dua (R2) serta bercak-bercak darah di TKP.

“Dari hasil olah TKP, diduga kuat, korban dianiaya di lapangan terbuka. Kemudian ditemukan beberapa barang yang diduga kuat milik korban yang tertinggal di TKP seperti sandal, kendaraan motor, masker dan beberapa titik yang ada bercak darah. Masih kita dalami lebih lanjut barang bukti yang ada, dan sekarang kami juga menginvestigasi dengan saksi yang ada dan menyesuaikan berdasarkan keterangan saksi," jelas Donny.

Donny menambahkan, korban masih dilakukan otopsi.

Guna mengetahui apa yang terjadi pada korban serta menyamakan dengan hasil olah TKP serta keterangan dari saksi, guna menguatkan dugaan tindak pidananya.

"Kami masih menunggu autopsi agar dapat mendapat perkembangan lanjut dari kasus ini,” beber Donny.

Kata Donny, identitas korban tewas yakni Purnomo (45) warga Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan.

Mantan Kasat Reskrim Polres Blitar ini, menjelaskan lebih lanjut terkait belum keluarnya hasil otopsi dari tim Dokter Forensik, termasuk masih diselidikinya identitas pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Nanti kami coba cek keterangan dari pihak keluarga, termasuk mencocok kan keterangan dari empat orang saksi," tutup Donny.

Sementara itu, polisi telah memeriksa keterangan dari 4 orang saksi.

“Sementara ini masih kami dalami, dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang sudah 4 orang dijadikan saksi,” ungkapnya.

Dony motif dari kejadian nahas ini diduga kuat karena dendam.

“Kemungkinan ada 2 pelaku, dengan dugaan kuat bermotif dendam,” jelas Donny.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved