Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Petani Bunga di Desa Sidomulyo Kota Batu Terdampak PPKM Darurat

Para petani bunga hias di Kota Batu merasakan dampak buruk akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Petani bunga di Desa Sidomulyo Kota Batu sedang memeriksa kondisi bunga. PPKM Darurat telah membuat penjualan petani bunga mawar merosot drastis. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Para petani bunga hias di Kota Batu merasakan dampak buruk akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung hampir sebulan.

Pasalnya, pengetatan mobilitas telah membuat pemasaran bunga hias terganggu.

Banyak konsumen bunga hias Kota Batu berasal dari luar kota.

Di samping itu, pengetatan juga membuat wisatawan tidak bisa datang ke Kota Batu.

Sugiono (43), seorang petani bunga mawar dari Desa Sidomulyo, harus rela menurunkan harga bunganya demi memikat minat pembeli.

Tanaman bunga mawar yang biasa dijual dengan harga Rp 6.000 harus diturunkan hingga 50 persennya, yakni hingga Rp 3.000 per polybag.

"Tanaman kami sepi pembeli sejak awal PPKM Darurat karena memang mayoritas pembeli berasal dari Jawa Tengah dan Bali. Mereka biasanya ke sini tapi sekarang karena disekat, tidak bisa ke sini,” ujarnya.

Banyak konsumennya mengabarkan kesulitan masuk ke Jawa Timur, kecuali membawa sejumlah persyaratan yang menurut mereka cukup merepotkan.

Alhasil, sebagian besar memilih untuk tidak beraktivitas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved