Breaking News:

Kadin Kota Batu Imbau Pelaku Usaha Tidak Lakukan PHK Meski Pandemi Memang Menyusahkan

Ketua Kadin kota Batu, Endro Wahyu meminta para pelaku usaha untuk tidak melakukan PHK meski pandemi covid-19 menyebabkan usaha kian sulit

Penulis: Benni Indo | Editor: eben haezer
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PPKM Darurat berdampak pada mobilitas masyarakat di Kota Batu 

SURYAMALANG, BATU - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Batu mengimbau para pelaku usaha di Kota Batu untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja kepada para karyawannya, meskipun dalam kondisi sulit seperti saat ini.

Menurut Ketua Kadin kota Batu, Endro Wahyu, Pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan satu atau dua perusahaan saja, melainkan dirasakan sebagian besar perusahaan, terutama di Kota Batu yang memang banyak perusahaan bergerak di bidang pariwisata.

Menurutnya, para pelaku usaha sebaiknya merumahkan sementara para karyawan yang bekerja daripada harus memutuskan hubungan kerja (PHK). Perusahaan tetap membutuhkan karyawan, baik dalam rencana jangka panjang atau menengah.

“Kami mengimbau kepada teman-teman pengusaha, dampak pandemi terhadap Kota Batu begitu hebat. Terhadap pelaku usaha, untuk menahan diri tidak melakukan PHK. Jika memang harus menutup operasional, ya ditutup sementara. Kalaupun harus dibuka, harus menjalankan protokol kesehatan,” kata Endro, Senin (2/8/2021).

Endro beranggapan, perusahaan harus memiliki pemikiran untuk jangka panjang. Pandemi saat ini sama-sama dirasakan oleh masyarakat. Namun ia meyakini, kondisinya tidak akan terus menerus seperti saat ini. Akan ada waktunya bangkit dari keterpurukan dan kembali normal.

“Apapun yang terjadi, pemikiran kami, kondisi ini tidak berlangsung dalam jangka panjang. Sementara kebutuhan perusahaan harus dipikirkan dalam jangka panjang. Saat ramai, perusahaan diam, saat seperti ini, banyak yang teriak. Mari kita ramai-ramai berkorban dengan wujud saling membantu sesama atau berkorban,” paparnya.

Merumahkan sementara karyawan dengan tetap memberikan imbalan, meskipun tidak penuh, adalah wujud dari pengorbanan tersebut. Di sisi lain, Endro menilai bahwa PHK akan memberi dampak yang lebih buruk terhadap karyawan.

“Karena karyawan adalah aset penting perusahaan. Apalagi jika berita PHK terdengar ke luar, maka kasus Covid-19 di Kota Batu dinilai begitu ganas sehingga orang enggan ke Kota Batu,” papar Endro.

Dalam kondisi seperti ini, tidak ada yang bisa dipersalahkan. Semua pihak bersama-sama berjuang untuk keluar dari pandemi. Endro mengatakan salah satu aspek penting lainnya adalah kegiatan pasca pemulihan ekonomi.

“Semua aspek harus bisa saling melengkapi. Yang penting adalah pasca pemulihan ekonomi, setelah pandemi ini, ada jalinan antara pengusaha besar dengan kecil untuk keberlanjutan dan peningkatan ekonomi,” terangnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku belum pernah mendapatkan laporan dari bawahannya bahwa ada karyawan yang di PHK di Kota Batu. Laporan yang selama ini masuk adalah sejumlah karyawan dirumahkan sementara karena perusahaan sedang terpuruk akibat pandemi.

“Alhamdulillah sampai sekarang, PHK karyawan di tempat wisata dan hotel belum ada laporan. Yang ada dirumahkan, bukan di-PHK,” katanya.

Dewanti mengaku pernah berbicara kepada manajemen salah satu perusahaan agar tidak melakukan PHK sepanjang pandemi berlangsung. Pemkot Batu juga membuka layanan untuk menjembatani antara karyawan dan perusahaan untuk menghindari sekecil mungkin potensi PHK.

“Saya bicara pada manajemen salah satu perusahaan agar tidak memberi PHK. Saya berdoa agar tidak ada PHK. Kami akan menjembatani dari karyawan dan perusahaan agar bisa tidak PHK,” terangnya.

Dewanti juga mengatakan agar para pekerja dapat memahami kondisi saat ini. Dewanti mengatakan meskipun ada pekerja yang digaji separo atau bahkan belum digaji karena dirumahkan sementara, namun kondisi memang serba sulit. (Benni Indo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved