Pengantin Wanita Meninggal di Hari Pernikahan, Ijab Kabul Jadi Doa Bersama Buat Suami Histeris

Pesta pernikahan berubah menjadi duka membuat calon suami menangis histeris viral di media sosial.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Canva.com
Ilustrasi pernikahan dalam artikel pesta pernikahan berubah menjadi duka 

SURYAMALANG.COM - Pesta pernikahan berubah menjadi duka membuat calon suami menangis histeris viral di media sosial.

Pasalnya pengantin wanita meninggal dunia sebelum acara ijab kabul pada Sabtu 31 Juli 2021 pagi kemarin.

Sita (31) meninggalkan calon suami yang bernama M Cholil saat sedang dirias dan bersiap-siap menunggu waktu untuk melaksanakan akad nikah.

Tak disangka wanita berusia 31 tahun itu dipaksa lebih cepat meninggalkan acara untuk menghadap sang ilahi sebelum acara dimulai.

Sita meninggal dunia dan pergi untuk selamanya sebelum mencium tangan Cholid, pria yang akan menikahinya.

Baca juga: Pengakuan Perekam Video Viral Desa Mati di Majalengka, Bermula dari Bencana Tahun 2006

Kepergian wanita tersebut menjadi cambuk bagi Cholid yang telah siap lahir batin hidup bersama sang istri.

Senyum dan tawanya tidak lagi dilihat Cholid, semua yang direncanakan hilang seketika.

Diketahui pada hari yang sama melangsungkan tiga sesi acara di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, NTT, pada Sabtu (31/7/2021).

Pukul 10.00 WITA dilakukan acara peminangan, dilanjutkan pukul 13.00 WITA akad nikah dan pukul 16.00 WITA adalah acara syukuran pernikahan.

Awalnya Sita yang juga guru di Klubagolit, Kabupaten Flores Timur ini diduga kelelahan sehingga dilarikan ke rumah sakit.

ILUSTRASI Pernikahan dalam artikel sepasang pengantin yang baru menikah meninggal dengan kondisi mengenaskan viral
ILUSTRASI Pernikahan (SURYAMALANG.COM/Canva.com)

"Beliau (korban NYL) meninggal diduga akibat serangan jantung," kata Kapolsek Sulamu, Ipda Deff Wee saat dikonfirmasi.

Setelah acara peminangan akan dilanjutkan dengan acara ijab kabul dan akad nikah dengan calon suaminya M Cholid S.Pd yang juga bekerja di kantor gubernur NTT.

Namun saat korban (pengantin wanita) sementara dirias, korban jatuh dan pingsan.

Keluarga menghubungi pihak medis Puskesmas Pariti, Kabupaten Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.

"Setelah petugas medis dari Puskesmas Pariti ke rumah korban, didapati korban sudah tidak bernyawa lagi," ucap Kapolsek Sulamu dilansir dari Pos Kupang: Beberapa Jam Lagi Menikah, Mempelai Wanita Asal Sulamu Kabupaten Kupang Meninggal Dunia Saat Dirias.

Keluarga korban belum yakin kalau korban meninggal dunia. Untuk memastikan kondisi korban, keluarga membawa korban ke RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.

"Hasil diagnosa dokter dari RSUD Naibonat korban sudah meninggal (karena serangan jantung)," sebut Kapolsek Sulamu lagi.

Baca juga: Langgar PPKM di Malang, 2 Hajatan Pernikahan dan 2 Tempat Karaoke Ditindak Satpol PP

Sekitar pukul 20.00 wita, jenazah korban dibawa kembali ke rumah di Desa Pariti untuk disemayamkan.

Kedatangan jenazah korban disambut isak tangis suami korban dan kerabat serta warga.

Mereka tidak menduga korban akan meninggal saat hari bahagia di pernikahannya.

Ucapan belasungkawa juga membanjiri akun Sita @Norliana Lau. Kerabat dan keluaraga seolah tak percaya dengan kabar duka ini.

Senyum Sita dan Cholid dalam foto undangan menjadi kenangan terakhir Sita sebelum pamit untuk selamanya.

  • Nasib Pemuda Saat Mantan Pacar Minta Dinikahi Jelang Hari Pernikahan

Seorang pria di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak viral di media sosial belum lama ini.

Pasalnya pria yang bernama Korik Akbar menikahi dua wanita sekaligus yang bernama Nur Khusnul Kotimah (20) dan Yuanita Ruri (21),

Korik Akbar yang mengenakan jas lengkap dengan peci tersebut mengaku terpaksa menikahi dua wanita tersebut.

Hal itu lantaran niat awal Korik Akbar hanya menikahi satu wanita saja yakni Khusnul.

Adapun Yuanita Ruri diakui Korik adalah mantan kekasihnya yang ia pacari sejak 2016.

Peristiwa pria di Lombok menikahi dua wanita sekaligus membuat heboh jagat media sosial.

Alasan mempelai pria menikahi dua wanita sekaligus pun terungkap.

Pernikahan pemuda di Lombok dengan dua perempuan sekaligus
Pernikahan pemuda di Lombok dengan dua perempuan sekaligus (Facebook Doyok Potret)

Awalnya diakui Korik, dirinya hanya ingin menikahi sang pujaan hati, Khusnul.

Namun secara tiba-tiba, sang mantan kekasih yakni Yuanita Ruri datang dan minta dinikahi juga.

"Saya tidak menyangka, terkejut sekali saya, tapi ya setelah keluarga berunding, saya harus menikahi dua-duanya,

mas kawin mereka juga sama, masing masing 1.750.000," kata Korik Akbar dilansir dari Kompas.com: Hendak Menikah, Pemuda di Lombok Kaget Mantan Pacar Datang Minta Dinikahi.

Resmi menikahi dua wanita sekalgius, Korik mengaku berat.

Karena hingga saat ini, Korik sama sekali tidak memiliki pekerjaan.

Saat ditemui pewarta di rumahnya Desa Kuta, Lombok Tengah, Korik hanya ditemani istri pertamanya saja, Khusnul.

Sementara istri kedua Korik yakni Yuanita Ruri menolak mendampingi suami karena malu.

"Dia tidak mau ketemu orang, malu katanya," ungkap Korik, pelan.

Kenal di Facebook Lalu Sepakat Menikah

Cerita pernikahan bermula saat Khusnul dan Korik telah bersepakat akan menikah, melalui proses merariq, pada Rabu (21/7/2021).

Khusnul mengaku berkenalan dengan suaminya dari Facebook.

"Saya berkenalan dengannya (Korik) lewat medsos Facebook, hanya kenal sebentar saya dibawa untuk menikah atau merariq (dicuri setelah sepakat akan menikah),

Korik ditemani rekannya mengambil saya dari kampung saya di Desa Prabu dan dibawa ke rumah keluarganya di Kuta," kata Khusnul.

Khusnul menuturkan, dalam merariq ini berarti dirinya sepakat 'diculik' oleh laki-laki pilihannya.

Proses mencuri itu dilakukan dari kampung tempat tinggalnya oleh pihak laki-laki, yang sebelumnya telah berunding dengan keluarga dan melakukan proses itu dengan dua orang lainnya yang disepakati keluarga.

Dalam merariq, perempuan akan dibawa menuju rumah keluarga laki-laki.

"Waktu itu saya beralasan akan ke kamar mandi, tapi saya sebenarnya lari dengan Korik, keluarga tidak ada yang tahu, kecuali kakak ipar saya di Malaysia yang menjadi TKW, dialah yang memberitahu keluarga jika saya telah merariq," ungkap Khusnul.

Proses adat masih panjang, kata Khusnul, tapi beberapa menit setelah dia tiba di rumah keluarga Korik, perempuan lain datang minta dinikahkan juga.

Ikuti artikel terkait viral lainnya. 

Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Dyan Rekohadi/SURYAMALANG.COM

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved