Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa UMM Bikin Aplikasi Track Child, Disebut Bisa Jadi Salah Satu Solusi Pengawasan Anak

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pelacak bernama Track Child.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
UMM
Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pelacak bernama Track Child. Alat itu diharapkan bisa menjadi solusi dalam pengawasan anak. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pelacak bernama Track Child.

Alat itu diharapkan bisa menjadi solusi dalam pengawasan anak.

"Alat pelacak ini berbentuk persegi panjang dan dipasangkan pada ikat pinggang anak. Alat tersebut akan disambungkan dengan aplikasi Track Child sehingga orang tua dapat mengetahui lokasi anak," jelas Dicky Marcellio Akbar, ketua kelompok, Kamis (5/8/2021). 

Dikatakan, pada alat tersebut juga terdapat dua tombol yaitu warna hijau dan kuning.

Untuk tombol hijau akan memberikan sinyal bahwa anak telah pulang dan aman.

Sedang warna kuning memberikan sinyal bahwa mereka sedang berada dalam masalah. 

“Jika anak belum memberikan sinyal atau bahkan pelacak terlepas, alat itu akan memberikan sinyal bahaya otomatis pada aplikasi Track Child,”  papar mahasiswa Teknik Elektronik ini.

Ditambahkan, pada alat pelacak ini memiliki sebuah magnet yang akan membantu dalam pemasangan ke ikat pinggang anak. 

Dijelaskan, alat ini memiliki fitur GPS yang dapat memberikan lokasi alat dengan lebih akurat.

Adapula security system yang menghalangi oknum lain saat ingin mengakses alat serta aplikasi terkait.

Selain itu juga telah ditanamkan baterai dengan kapasitas 2.000 mAh yang bisa direcharge kembali. 

Saat ini mereka telah selesai merancang  dan akan segera merealisasikan teknologi ini.

Mereka berencana akan melakukan uji coba dengan keadaan yang sebenarnya.

Tim ini terdiri dari Dicky Marcellino Akbar, Revaldo Yuanda, Kholil Maharno, Rega Suharsyah Khumaini, serta  Atika Nur Azzahra. 

Ide mereka lolos tahap pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC).

Ia berhatap alat pelacak dan aplikasi Track Child ini bisa didukung oleh pihak pemerintah.

"Dan jika memungkinkan bisa dipasarkan meluas," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved