Breaking News:

4 Penculik Sekap Pengusaha Jakarta Selama 3 Hari, Korban Sempat Kabur Tapi Dikira Pelaku Tabrak Lari

Kawanan penculik menyekap seorang pengusaha asal Jakarta dan membawanya ke Madiun. Korban sempat kabur namun dikira pelaku tabrak lari

Editor: eben haezer
Youtube.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG, MADIUN - Polisi telah menangkap tiga dari empat terduga elaku penculikan dan penyanderaan seorang pengusaha asal Jakarta. Para pelaku ditangkap polisi di Madiun.

Dikutip dari Kompas.com, para pelaku mengaku menculik korban yang berinisial HH untuk memerasa keluarga korban dengan nilai tebusan Rp 5 miliar. Penculikan terjadi pada 2 Agustus 2021.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, korban diculik dan disekap dalam mobil.

"Jadi motif penyanderaan ini pemerasan. Para tersangka meminta sejumlah uang tebusan hingga 5 miliar kepada keluarga korban. Karena tak segera dipenuhi, korban disekap di dalam mobil dan dibawa dari Jakarta hingga ke kabupaten Madiun," kata AKP Ryan Wir Raja, Sabtu (7/8/2021).

Dia mengatakan, keluarga korban tak menyanggupi uang tebusan Rp 5 miliar karena tidak mampu. Setelah negosiasi, akhirnya disepakati nilai tebusan diturunkan menjadi Rp 50 juta. Namun oleh keluarga korban yang tinggal di Mangga Besar, Jakarta Barat, uang baru ditransfer Rp 10 juta sebagai jaminan awal.

Sambil menunggu sisa uang tebusan itulah, korban dibawa para tersangka menuju Surabaya, Jawa Timur.

Dia menambahkan, korban dan para tersangka sebenarnya sudah saling mengenal karena pernah bekerjasama dalam satu urusan usaha.

Untuk menculik korban, para tersangka menemui korban dengan dalih ingin membeli mobil Toyota Fortuner milik korban. Saat bertemu di lokasi pertemuan yang disepakati, para tersangka langsung menyekap korban ke dalam mobilnya dan membawa lari ke Jawa Timur.

Dikira Pelaku Tabrak Lari

Di dalam mobil, korban diikat tangannya dan dianiaya. Namun korban sempat kabur saat tersangka minum kopi di sebuah warung di Desa Pajaran, kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Rabu (4/8/2021).

"Korban ditinggal sendiri di dalam mobil yang mesinnya menyala. Situasi ini dimanfaatkan korban yang duduk di belakang untuk membebaskan diri dan kabur menggunakan mobil," imbuhnya.

Para pelaku pun berusaha mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor ojek. Saat kejar-kejaran berlangsung, warga di sekitar lokasi kejadian ikut mengetahui dan berinisiatif melapor ke Polsek Saradan. Polisi lalu mengejar mobil yang dikemudikan korban.

Semula, korban dikira pelaku tabrak lari karena sempat menabrak mobil boks dan langsung ngebut ke arah Nganjuk.

Singkat kata, korban akhirnya dapat diamankan di wilayah Polres Nganjuk, namun setelah diperiksa, korban dan mobil diserahkan ke Polres Madiun. Di Polres Madiun inilah, terungkap bahwa pengemudi itu adalah korban penculikan dan penyekapan.

Berbekal informasi itu, polisi langsung menangkap para pelaku. Namun dari empat pelaku, baru tiga orang yang tertangkap, sementara satu pelaku lainnya berhasil kabur.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved