Berita Malang Hari Ini

Pemkot Malang Akan Kuatkan Kembali Tracing, Testing, dan Treatment

Pemkot Malang akan menguatkan kembali Tracing, Testing dan Treatment atau 3T untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang akan menguatkan kembali Tracing, Testing dan Treatment atau 3T untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat.

Pengoptimalan 3T ini dilakukan dengan cara 1 banding 15.

Jadi, ketika ada satu orang positif Covid-19, akan ditracking sampai 15 orang yang menjadi kontak erat.

15 orang tersebut akan menjalani testing untuk melihat terpapar covid-19 atau tidak.

"Sebenarnya Puskesmas di Kota Malang sudah menerapkan 1:15, bukan 1:4. Ini yang akan kami kuatkan kembali," ucap Sutiaji, Wali Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Satu (14/8/2021).

Sebelumnya, pemerintah pusat menganggap pengaplikasian 3T di Malang Raya cukup lemah.

Makanya Pemkot akan meluruskan data tracing di Kota Malang melalui pendataan di NAR.

Sejauh ini testing di Kota Malang masih menggunakan swab antigen.

Hal itu yang membuat belum banyak testing yang masuk ke NAR.

"Kalau dulu swab antigen belum boleh dimasukkan ke NAR. Tapi, antigen bisa masuk NAR sejak 11 Agustus 2021. Ini yang kami kuatkan," ucapnya.

Selanjutnya hasil testing dan tracing itu akan dimasukkan ke dalam aplikasi si lacak dan inaris yang langsung di bawah komando Kodim dan Babinsa.

"Bisa jadi data ini bisa tidak terlacak. Makanya kami akan tracing, Itu harus ada kemampuan dan pendampingan memasukkan data si lacak dan inaris," ucapnya.

Tracing bisa dilakukan kepada warga yang memiliki mobilitas tinggi.

Misalnya bila ada satu keluarga yang terpapar covid-19, dan ada dua orang yang mobilitasnya tinggi, maka itu yang akan ditracking untuk mencari kotak eratnya.

Sementara keluarganya yang lain yang juga terpapar covid-19 tidak di tracking karena tidak memiliki mobilisasi tinggi dan hanya menghabiskan waktu di rumah saja.

"Dua orang ini yang akan ditracking. Perbandingannya 1:15. Kalau dua orang berarti 2:30, bukan banding empat."

"Sedangkan anggota keluarga lan tidak di-tracking. Jadi bukan satu keluarga banding 15. Jadi per orang yang mobilitasnya tinggi," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved