Kamis, 30 April 2026

Kaget Dengar Teriakan, Pemabuk di Semarang Tendang Gamer Hingga Meregang Nyawa

saat bermain game, korban berteriak 'Hah' karena kalah. Pemabuk yang kaget kemudian mendatanginya dan menendang dagunya hingga tersungkur tewas.

Tayang:
Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi kematian 

SURYAMALANG, SEMARANG - Mabuk bisa membuat orang benar-benar kehilangan akal sehat dan melakukan tindakan-tindakan tak terduga. 

Ini seperti dialami Parsono, pemuda 27 tahun dari desa Penawangan, kecamatan Pringapus, kabupaten Semarang. Rabu (11/8/2021), dia menendang seorang pemuda yang sedang bermain game hingga akhirnya pemuda itu tewas.

Penganiayaan itu dilakukan Parsono hanya karena kaget saat mendengar teriakan korban yang sedang bermain game.

Parsono tak sendirian melakukan penganiayaan yang terjadi di depan PT Kanasritek, Jl Raya Pringapus-Candirejo tersebut.

Mulanya, sekitar pukul 21.00 WIB parsono mendatangi rekan-rekannya yang sedang pesta tuak. Di sana sudah ada tiga rekannya, Isfalana (21), Viki Tegas Gumilang (21), dan Ahmad Rizal (21), serta dua orang lainnya.

Tak berselang lama, datang Hengky Ade Syahputra (24), warga desa Wonoyoso, bersama 2 temannya. Tiga orang itu kemudian bermain game dari ponsel. Mereka duduk sekitar 10 meter dari tempat Parsono dkk meminum tuak.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan, saat bermain game, korban berteriak 'Hah'. Diduga korban berteriak karena kalah saat bermain game.

Tanpa disadari Hengky, teriakan itu membuat Parsono kaget. Dalam kondisi teler dia mendatangi Hengky dan menendang dagunya hingga akhirnya Hengky tersungkur.

"Saat itu rekan-rekan korban berusaha menolong tapi malah dikeroyok," kata Ari.

Setelah pengeroyokan dapat dilerai, Hengky yang pingsan dibawa ke Puskesmas Pringapus dan dirujuk ke RS Ken Saras. Namun nyawanya tak dapat diselamatkan.

"Korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diotopsi," ujarnya.

Polisi pun akhirnya melakukan penyelidikan dan menangkap Parsono.

Kepada polisi, Parsono mengaku tak kenal korban dan mengaku menendang cuma karena kaget.

"saya tidak kenal, tapi karena merasa diteriaki, saya tantang dan langsung saya tendang. Kemudian teman-teman ikut mengeroyok," katanya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved