Breaking News:

Berebut Tanah Warisan, Anak Tiri Laporkan Istri Siri Bapaknya ke Polisi di Mataram

Berebut tanah waris membuat wanita berinisial HDY (44) harus mendekam di penjara Polresta Mataram.

Editor: Zainuddin
theguardian.com
Ilustrasi Penjara 

SURYAMALANG.COM - Berebut tanah warisan membuat wanita berinisial HDY (44) harus mendekam di penjara Polresta Mataram.

Diduga HDY memalsukan surat-surat untuk mengurus sertifikat tanah seluas 200 meter persegi.

Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan anak tiri HDY yang merasa menjadi korban.

Korban merasa dirugikan sampai Rp 200 juta.

"Makanya korban berinisiatif melapor ke kami," kata Kadek Adi, Jumat (20/8/2021).

Konflik tanah warisan ini bermula saat Abdullah (almarhum) menikah dengan Mukminatun tahun 1993.

Pernikahan itu menghasilkan melahirkan tiga anak, yaitu Ilham, Zulfan, dan Adelia.

Abdullah menikah secara siri dengan tersangka HDY pada tahun 2005.

Abdullah membeli sebidang tanah seluas 200 meter persegi di Jalan TGH Izzudin Bochari, Lingkungan Sandubaya, Cakranegara tahun 2008.

Tanah tersebut bersertifikat dengan nomor 570 atas nama Abdullah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved